Konflik Raya and The Last Dragon

Bagikan:

Permulaan Konflik

Konflik dimulai tanpa disangka yakni berawal dari anak kecil dari negeri Fang (Taring) yang awalnya dipercaya Raya sebagai teman bermain. Dia adalah Namaari. Bahkan sampai dewasa nanti, Namaari juga akan menjadi petarung terhebat yang melawan Raya. Namun…ada hal yang membuatnya berubah menjadi baik loh. Apakah itu? Simak terus 🙂

Berikut penampakan Raya dan Namaari saat masih kecil.

Raya (kiri) dan Namaari (kanan)
Raya (kiri) dan Namaari (kanan)

Namaari yang bersikap baik bahkan memberikan kalung naga Sisu pada Raya sebagai sesama penyuka cerita naga ternyata memiliki tujuan lain saat datang ke acara makan bersama di Negeri Heart.

Kalung naga Sisu
Kalung naga Sisu

Raya yang percaya pada Namaari berniat menunjukkan permata Sisu sebagai timbal balik atas hadiah kalung naga Sisu yang diberikan Namaari padanya. Namun, hal itu malah justru menyebabkan pertarungan perebutan permata Sisu karena kemunculan Druun dari dampak pecahnya permata naga Sisu. Pecahan permata tersebut masih memiliki sihir yang mampu melindungi pemiliknya dari serangan Druun.

Kemunculan Druun saat permata Sisu pecah
Kemunculan Druun saat permata Sisu pecah

Apakah Raya dan Ketua Benja tidak bertarung mempertahankan permata Sisu? Tentu lah. Raya dan Ketua Benja bertarung dengan sekuat tenaga. Namun, Raya dan Ketua Benja hanya berdua. Sedangkan negeri-negeri lain terutama Fang sudah bersiap mengepung dengan banyak orangnya.

Senjata Ketua Benja (dari depan)
Senjata Ketua Benja (dari depan)

Senjata Ketua Benja yang juga nanti dipakai Raya bertempur berbentuk mirip keris yang panjangnya seperti pedang. Tentunya dengan modifikasi penulis cerita sehingga senjata ini mampu berfungsi juga seperti belati yang dapat memanjang dan dapat dipakai untuk tali.

Senjata Ketua Benja (dari belakang)
Senjata Ketua Benja (dari belakang)

Kemunculan Druun memakan habis semua penduduk Heart termasuk Ketua Benja. Yang selamat sepertinya hanya Raya dan Tuk Tuk yang dengan sengaja dilempar ke air oleh Ketua Benja sehingga Druun yang takut air tidak bisa mengubah Raya dan Tuk Tuk menjadi batu.

Pencarian Sisu

Raya yang ingin mengembalikan Ketua Benja dan seluruh penduduk Heart yang telah menjadi batu melakukan pencarian naga terakhir selama 6 tahun. Pencarian itu berdasarkan peta yang ia pelajari dari Namaari saat kecil dulu yang percaya naga terakhir masih hidup dan bersemayam di sungai terakhir yang konon berada di Negeri Tail.

Peta Kumandra untuk mencari Sisu
Peta Kumandra untuk mencari Sisu

Oiya, Raya berubah menjadi remaja setelah 6 tahun ini. Begitu juga Tuk Tuk yang makin besar.

Raya dan Tuk Tuk yang menjadi dewasa 6 tahun kemudian
Raya dan Tuk Tuk yang menjadi dewasa 6 tahun kemudian

Pencarian Raya berhasil dan bertemulah dia dengan Sisu untuk pertama kali. Bertemu dengan Raya juga membuat Sisu mengetahui segala perubahan terkini di Kumandra termasuk tentang permata yang kini pecah namun masih memiliki kekuatan sihir dari saudara-saudara Sisu yang masih bisa memberi Sisu kekuatan untuk mengembalikan kondisi Kumandra.

Namaari pun kini menjadi dewasa dan tak kalah kuat dengan Raya.

Namaari dewasa dan pengawalnya
Namaari dewasa dan pengawalnya

Petualangan Dimulai

Setelah mengetahui bahwa masing-masing permata dapat memunculkan kekuatan Sisu, pencarian permata pun berlanjut. Raya yang kini bersama Sisu dan Tuk Tuk memulai pencarian di Negeri Tail.

Permata di negeri Tail ini sangat mudah karena pemiliknya terjebak di dalam gua dan menjadi tulang belulang selama menjaga pecahan permatanya.

Pemilik pecahan permata Negeri Tail yang terjebak
Pemilik pecahan permata Negeri Tail yang terjebak

Raya pun mendapatkan pecahan permata kedua dan Sisu memiliki kemampuan berubah bentuk menjadi manusia. Untuk kalian ketahui, pecahan permata pertama adalah milik Raya sendiri ya yang dulu diberi Ketua Benja agar Raya bisa selamat. Untuk mengetahui pemilik pecahan masing-masing permata, berikut gambar lengkapnya.

Pembawa kepingan pecahan permata Sisu
Pembawa kepingan pecahan permata Sisu

Sampai sini ternyata Namaari mengikuti Raya dan mengejarnya untuk mendapatkan pecahan permata yang Raya miliki. Raya pun berusaha menjauhi Namaari yang memiliki pengawal dengan binatang buasnya.
Bertemulah kemudian Raya dengan Boun yang menjadi pemilik kapal Shrimp-orium dan akhirnya melanjutkan perjalanan ke Negeri Talon.

Namaari yang memilih pulang dan berhenti mengejar Raya untuk sementara justru mengantarkan kita pada tepat sekumpulan keluarga Sisu yang kini menjadi batu. Namaari masih memiliki kepercayaan pada para naga ini. Rasa percaya inilah yang nantinya membuat Namaari berubah menjadi baik dan akhirnya membantu Raya dan kawan-kawan dalam mengembalikan Kumandra.

Namaari melewati daerah keluarga Sisu yang menjadi batu
Namaari melewati daerah keluarga Sisu yang menjadi batu

Kembali ke Boun – Keluarga Boun juga berubah menjadi batu oleh serangan Druun. Oiya, Boun berasal dari negeri Tail.

Sampailah kemudian Raya dan Sisu di negeri Talon setelah berlayar seharian bersama Boun.
Di negeri Talon, kalian akan menemukan khas Indonesia dalam bentuk tempat tinggal seperti rumah adat berikut.

Rumah adat khas Indonesia di negeri Talon
Rumah adat khas Indonesia di negeri Talon

Kalau dilihat lebih deket akan seperti ini

Rumah Dang Hai lebih dekat
Rumah Dang Hai lebih dekat

Rumah adat dengan bambu dan atap yang khas seperti itu ada di negeri kita, Indonesia. Rumah adat milik Ketua Talon, Dang Hai, juga mirip dengan rumah adat di Indonesia. Dang Hai juga mengoleksi akik besar-besar yag sedikit mirip dengan style ala Indonesia.

Akik di tangan Dang Hai
Akik di tangan Dang Hai

Raya berhasil mendapatkan pecahan permata walaupun sempat tertipu oleh bayi dan tiga monyet pencurinya (Ongi) hingga harus terpaksa beradu dengan mereka. Bayi dan tiga monyet ini sangat gesit. Endingnya, Raya berteman dengan mereka dan ternyata si bayi dan tiga monyet ini juga menjadi korban dari keluarga yang menjadi batu oleh Druun.

Konflik dengan bayi dan tiga monyet Ongi di negeri Talon
Konflik dengan bayi dan tiga monyet Ongi di negeri Talon

Tampilan berdiri mereka akan terasa lucu bangetss…

Bayi dan tiga monyet Ongi
Bayi dan tiga monyet Ongi

Dari sini konflik dengan bayi dan tiga monyet Ongi udah selesai ya gaes. Animator juga berpikir mungkin gak perlu lama-lama juga kali rebutan barang ama anak-anak 😀

Ketua Talon, Dang Hai, ternyata sudah menjadi batu dan pecahan permata dibawa orang lain yang terkenal sebagai Ketua Talon paling kejam. Dan anehnya ini adalah seorang nenek tua yang menjebak Sisu dengan mengajaknya pergi bersama saat mencoba belanja.

Nenek paling kejam di Talon
Nenek paling kejam di Talon

Tanpa disadari oleh Sisu, nenek ini ternyata juga menginginkan pecahan permata. Namun, konflik dengan nenek ini tak berlangsung lama karena Raya dapat dengan mudah mengambil alih situasi hingga akhirnya dapat mengambil pecahan permata Sisu dari tangannya.

Ikuti kisah lengkap Raya and The Last Dragon dalam tiga seri berikut ini.

Bagikan: