Mengatasi Updating failed – The response is not a valid JSON response

Bagikan:

Membaca problem yang sama, sepertinya ini problem yang terjadi di banyak pengguna WordPress sejak muncul block dengan Gutenberg dan kawan-kawannya. Saya sendiri mengalaminya kemarin dan sangat membosankan untuk memecahkan problem ini. So waste much time, guys. Daripada kalian juga bosan, berikut artikel cara jitu mengatasi Updating failed – The response is not a valid JSON response yang ada di WordPress kalian.

Kronologi

Saya sendiri lebih suka editor block ala Gutenberg loh, guys. Pertama karena clean and soft. Tampilan editor ini bener nyaman di pandangan mata. Kedua karena simplicity yang ada. Yang ditampilkan dalam Gutenberg ya yang dibutuhkan saja, dan itu nyaman.

Kejadian ini gak langsung muncul kok saat adanya Gutenberg pertama kali. Awal-awal ya aman-aman saja dengan kenyamanan Gutenberg.

Problem muncul baru kemarin (25 Agustus 2020) saat saya ingin menulis postingan baru. Biasanya kan selang beberapa waktu, WordPress akan nyimpen secara otomatis tuh tulisan yang kita buat karena ada fitur Autosave.

Saat problem ini muncul, fitur autosave pun gak bisa berjalan. Tombol Save draft tetep bisa. Namun, saat kembali ke dashboard tetap saja ada warning seperti berikut.
warning dalam postingan yang belum tersimpan

Solusi

Di internet banyak sekali artikel yang membahas ini. Saya pun mencobanya satu per satu. Alhasil, banyak juga yang gak cocok untuk mengatasi problem di WordPress dengan theme yang saya miliki.

Oiya, memang untuk menyelesaikan ini akan berbeda cara karena problem ini terkait dengan theme dan plugin yang terinstal di WordPress kalian.

Ada baiknya juga kalian mencoba satu per satu artikel di internet seperti yang saya lakukan. Barangkali salah satunya cocok dan lebih mudah bagi kalian.

Beberapa cara yang tersedia di internet antara lain:

  • menonaktifkan semua plugin, kemudian mengaktifkan satu per satu plugin barangkali ada yang crash.
  • menginstal classic editor. Saya sudah mencoba ini dan hasilnya sama saja gak bisa. Malah gak nyaman sendiri kalau pakai classic editor.
  • melakukan debugging dengan mengedot wp-config.php
  • mengedit .htaccess

Dari beberapa pilihan di atas, yang cocok dengan theme dan plugin WordPress saya adalah pilihan yang terakhir yakni  mengedit .htaccess.

Baca juga: Mengubah Post Max Size dan Upload Max Filesize

Langkah-langkah yang harus kalian lakukan adalah sebagai berikut.

  1. Buka file .htaccess yang ada di folder WordPress milik kalian. Jika sudah ada di hosting, biasanya file ini akan ter-hidden otomatis oleh sistem. Kalian hanya perlu mengubah settingan hidden file aja dalam File Manager hosting dari menu Settings.
    show hidden files di hostingKemudian berikan centang pada Show Hidden Files (dotfiles). Akhiri dengan Save.
  2. Buka file .htaccess kalian. Jika masih di PC berarti kalian bisa menggunakan notepad atau sejenisnya. Jika sudah di hosting, kalian bisa langsung edit secara online.
  3. Kode awal file .htaccess sebelum diedit adalah seperti berikut.

# BEGIN WordPress
# The directives (lines) between `BEGIN WordPress` and `END WordPress` are
# dynamically generated, and should only be modified via WordPress filters.
# Any changes to the directives between these markers will be overwritten.
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /ascend/
RewriteRule ^index\.php$ - [L]
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>

# END WordPress

Jika masih berada di PC, script pada bagian RewriteRule . /ascend/index.php [L] masih ada nama folder WordPress kalian.  Misal nama folder saya adalah ascend, maka akan ada embel-embel nama folder di baris tersebut. Ini saya asumsikan kalian sudah menggunakan hosting yup, jadi kode awal di atas tanpa nama folder.

  1. Langkah selanjutnya adalah ganti baris kode tersebut dengan kode berikut.

# BEGIN WordPress
# The directives (lines) between "BEGIN WordPress" and "END WordPress" are
# dynamically generated, and should only be modified via WordPress filters.
# Any changes to the directives between these markers will be overwritten.
 <IfModule mod_rewrite.c>
 RewriteEngine On
 RewriteBase /
 RewriteRule ^index\.php$ - [L]
 RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
 RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
 RewriteRule . /index.php [L]
 SecFilterEngine Off
 SecFilterScanPOST Off
 </IfModule>

# END WordPress

Kemudian kalian Save perubahan tersebut.

Sampai di sini belum selesai loh, guys. File .htaccess ini nantinya bisa otomatis berubah kode di dalamnya jika kalian tidak mengubah hak akses (permission) file tersebut. Okay lanjuuutt.

  1. Setelah kalian simpan, klik kanan file .htaccess > Change. Ini berlaku jika di hosting ya. 

    Jika kalian file kalian masih di PC, klik kanan file .htaccess > Properties.
    Properties htaccessPada tampilan yang muncul, klik tab Security. Nah, di bagian ini akan ada akses masing-masing user PC kalian. Sesuaikan saja hak aksesnya ya dengan klik tombol Edit.
    Tab security untuk mengedit permissionsKalian cuma perlu mengubah hak akses Read, Write, atau Execute dari pilihan yang muncul. Karena tidak boleh ada pengeditan, maka ubah hak akses menjadi Read only. Pastikan tanda Write tidak tercentang ya.
  2. Sekarang kembali ke File Manager di hosting tadi. Setelah kalian klik Change Permissions, akan muncul tampilan pemberian hak akses. Pastikan yang tercentang adalah seperti berikut dengan angka pada Permissions 444.
    Akses permission Read onlyAkhiri dengan klik tombol Change Permissions.

Nah, sampai sini langkah untuk mengatasi Updating failed – The response is not a valid JSON response sudah selesai. WordPress kalian sudah normal kembali.

Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar yup 😀