Berkenalan dengan Localhost

Bagikan:

Sesuai topik kali ini, saya akan mengajak kalian berkenalan dengan localhost. Siapa itu localhost? Apa kegunaannya? Seperti namanya, jika diartikan dalam bahasa Indonesia, localhost bisa diartikan hosting lokal karena fungsinya memang demikian yakni menggantikan fungsi hosting online sehingga kita bisa memiliki hosting secara offline di komputer kita sendiri. Cukup banyak aplikasi yang bisa kalian gunakan untuk localhost seperti AMPPS, Wampserver, dan XAMPP. Mostly, saya dan teman-teman memakai xampp sebagai localhost baik untuk kegiatan koding maupun untuk perkuliahan di kampus bersama para dosen.

Berkenalan dengan Localhost

Bagi kalian yang belum pernah melihat XAMPP, berikut saya perlihatkan interface-nya untuk para pengguna Windows ya hehe. Versi yang saya gunakan sekarang adalah 1.8.3 dan jika kalian download yang terbaru sepertinya juga sudah ada di web resminya yang bisa kalian cek di https://www.apachefriends.org/download.html

xampp interface
XAMPP interface

Kalian bisa menggunakan XAMPP secara gratis alias cuma-cuma untuk berbagai keperluan pengembangan web kalian karena XAMPP bisa dikatakan mendukung hampir semua bahasa pemrograman web. Saya juga pernah menggunakan Fedena yang basisnya Ruby on Rails dengan localhost ini. So, kalian bisa menggunakan XAMPP untuk pengembangan CMS, LMS, PHP, HTML, dan lain sebagainya.

XAMPP dan Bitnami

Nah…sejak XAMPP yang dikembangkan oleh Apache Friends bekerjasama dengan Bitnami Library, XAMPP pun semakin luar biasa. Berbagai dukungan CMS dan LMS juga sudah terpaket sendiri sehingga semakin simpel dalam instalasinya. Kalian bisa lihat list CMS dan LMS yang terpaket dari link berikut https://bitnami.com/stack/xampp?utm_source=bitnami&utm_medium=installer&utm_campaign=XAMPP%2BInstaller.

Bitnami for XAMPP Application Modules
Bitnami for XAMPP Application Modules

Instalasi XAMPP pun terbilang mudah. Kalian hanya perlu mengikuti instruksi layaknya instalasi aplikasi yang lain dan tinggal klik next hingga akhir. Namun, ada beberapa hal dalam instalasi yang perlu kalian perhatikan.

  1. Peringatan Antivirus
    Peringatan ini biasanya muncul di awal setelah kalian mengklik dua kali aplikasi XAMPP yang akan kalian install. Coba perhatikan gambar berikut.

    Peringatan Antivirus
    Peringatan Antivirus

    Kalian hanya perlu mengabaikan itu dan langsung klik Yes untuk melanjutkan instalasi.

  2. Peringatan User Account Control
    Jika kalian pengguna Windows 7 ke atas, biasanya akan ada peringatan saat menginstal aplikasi yang bernama User Account Control (UAC). Fitur UAC sendiri bisa kalian non aktifkan, tetapi saran saya biarkan saja aktif. Nanti setelah instalasi XAMPP selesai dan kalian mau menggunakannya, jangan lupa Run as Administrator saja XAMPP-nya agar bisa menembus akses UAC.

    Peringatan UAC
    Peringatan UAC
  3. Pilih Komponen
    Nah, ini bagian yang paling penting yang harus kalian perhatikan karena berkaitan dengan komponen yang urgent. Walaupun beberapa komponen dapat kalian instal terpisah seperti Filezilla FTP Server dan Tomcat, tetapi sebaiknya tetap install saja semua komponen. Yang sangat penting adalah komponen Apache, MySQL, phpMyAdmin, dan PHP. Setidaknya untuk membuat web dinamis diperlukan komponen tersebut loh.

    Pemilihan Komponen
    Pemilihan Komponen
Cara Run as Administrator

Jika kalian sudah selesai menginstal, coba jalankan XAMPP seperti yang saya bilang di atas yakni dengan Run as Administrator. Kalian hanya perlu mengklik kanan icon XAMPP di Start Menu kalian (atas bisa juga dari icon desktop) lalu pilih Run as Administrator. Perhatikan gambar berikut. Di sini saya menggunakan Windows 10 ya.

Run as Administrator
Run as Administrator

Demikian ya share sedikit tentang localhost dan XAMPP. Di web ini kalian bisa melihat tutorial lanjutan tentang pemanfaatan XAMPP untuk wordpress, CMS, LMS, dan web dinamis. Semangat belajar 😀

Bagikan: