Bandung, Aku, Kamu, dan Waktu yang Cepat Berlalu

Bagikan:

Sepertinya ini cerita pertama yang aku tulis setelah melaksanakan kegiatan dinas luar. Judul yang kuambil kali ini adalah tentang Bandung, Aku, Kamu, dan Waktu yang Cepat Berlalu.

Mengapa aku memilih judul demikian? Baca lengkap ya ceritanya sampai akhir dan kalian akan tahu nantinya πŸ™‚

Pembagian plot cerita akan aku tuliskan dalam tiga babak dengan mengutip beberapa judul novel yakni Keberangkatan (N.H. Dini), Senandung di Kota Bandung (Tiyas Puspita Sari), Serendipity (Erisca Febriani), dan Pulang (Leila S. Chudori).

Keberangkatan

Aku berangkat gak sendiri. Otomatis lah ya karena ini acara dinas kantor, jadinya ya berangkat bareng ama rombongan. Nama kantor dirahasiakan ya, Guys.

Kali ini berangkat menggunakan tayo alias bus dari Jogja Tour. Rombongan berangkat sekitar 7.30 WIB pagi. By the way, ini pengalaman kali pertamaku dengan Jogja Tour.

Impression for my first time: asyik, nyenengin karena guide-nya juga masih anak muda seusia aku di sini *menolak menua pokoknya hahaha. Canda tawa seru juga. Ada yang bisa aku sebut senior lah seusia orang tua kita. Namun, beliau guyon-nya juga masih mampu mengimbangi anak muda πŸ˜€

Perjalanan dengan bus Jogja Tour
Pemandangan saat perjalanan dengan bus Jogja Tour

Karena banyak pihak yang sering naik turun mencari kamar mandi, dengan sangat capek akhirnya sampai di Bandung sekitar pukul 15.00 WIB. Ini nih efek naik tayo yang paling ngeselin. Lamanya bikin males juga naik turun kamar mandi mulu.

Senandung di Kota Bandung

Bersenandung di Kota Bandung, mungkin itulah kalimat yang akan mewakili perasaan siapa saja yang ke sini kali pertama. Exactly, termasuk saya haha.

Arah kegiatan kali ini adalah untuk Benchmarking tentang Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Oiya, ZI-WBK ini sangat gencar digalakkan oleh dinas pemerintah sebagai wujud bahwa pemerintah peduli akan pemberantasan korupsi dan selalu siap dan bersih dalam melayani masyarakat.

Jika kalian bingung dengan istilah benchmarking – aku juga awalnya demikian, ibaratkan saja dengan istilah yang sering dipakai yakni studi banding.

Sebelum menjalankan tugas inti tadi, karena sampai Bandung belum terlalu sore, akhirnya menyempatkan diri mampir di objek wisata The Lodge Maribaya.

The Lodge Maribaya
The Lodge Maribaya Woodland Bandung
The Lodge Maribaya Woodland Bandung

Bus tayo yang kami naiki tidak bisa langsung menuju ke Lodge Maribaya. Selain kondisi jalan yang masih diperbaiki, mungkin juga lebar jalan yang gak mumpuni. Yah, itung-itung juga berbagi rezeki dengan shuttle bus yang akhirnya mengantar kami sampai ke lokasi πŸ™‚

Berbagi itu indah loh

Di Lodge Maribaya, aku dan temen-temen rombongan mendapat kesempatan tiket untuk dua wahana yang ada yakni balon udara (Hot Air Ballon) dan ayunan gunung (Mountain Swing).

Tiket Hot Air Ballon
Tiket Hot Air Ballon
Tiket Mountain Swing
Tiket Mountain Swing

Tenang aja, tiket tersebut beserta wahana yang ada di Lodge Maribaya sudah sepaket dengan jasa raharja yang menjamin keselamatan kalian saat bermain dengan wahana ini.

Tetap ucapkan bismillah dan yakin Tuhan akan menjaga kita

Lodge Maribaya tidak hanya ada dua wahana ini saja yang bisa kalian lakukan. Yang aku lihat kemarin ada juga sepeda gantung. Mirip ayunan gunung, hanya saja kalian bisa sambil naik sepeda dan tanpa diayun pastinya. Kalian bisa seakan-akan mengayuh sepedanya aja hehe.

Untuk wahana yang lain entah apa lagi karena aku gak lihat kemarin.

Penampakan sepeda ayun dan balon udara
Penampakan dari jauh wahana Sepeda dan Balon Udara

Aku jepret dari atas, Guys. Itu sepedanya kecil jadinya. Semoga masih terlihat πŸ˜€

Untuk penampakan ayunan gunung, aku ambilkan nih foto profil WhatsApp temen rombongan yang kemarin ikut.

Ayunan gunung Lodge Maribaya
Ayunan gunung Lodge Maribaya

Oiya… dalam semua wahana yang ada di Lodge Maribaya, akan ada fotografer yang mengambil sesi gaya kalian. Fotografer tersebut menggunakan lensa tele juga. Hasil jepretannya nanti bisa kalian ambil sebelum keluar.

Kemarin beberapa temen yang ngambil foto mereka, sepertinya 8-10 foto yang kalian pilih dikenakan harga 50 ribu rupiah.

Aku gak ngambil sih karena temen kantor udah ada yang jadi seksi dokumentasi. Selain itu, aku juga gak begitu suka wajahku didokumentasikan dalam sesi jalan-jalan *ah sok yes atuh πŸ˜€

Beberapa view di sini juga bagus untuk kalian ambil sebagai foto dokumentasi.

Tangga Lodge Maribaya
Tangga Lodge Maribaya
Pemandangan ala kafe
Pemandangan ala kafe
Ala-ala rumah
Ala-ala rumah

Setelah kalian selesai dengan semua wahana dan pastikan kalian capek – kalau belum capek, harus gimana caranya kudu capek – akan ada minuman yang bisa kalian ambil dengan menukar voucher minum.

Minuman dari penukaran voucher Lodge Maribaya Bandung
Minuman dari penukaran voucher Lodge Maribaya Bandung

Voucher minuman ini rombonganku dapet dari biro Jogja Tour. Yep, mungkin udah disetting sedemikian lah ya. Entah kalau kalian ke sini secara mandiri akan otomatis ada voucher minuman atau gak. Kalaupun gak ada, belilah pastinya πŸ˜€

Okey, sesi jalan-jalan hari pertama sudah selesai. Lodge Maribaya menjadi penutup senja mentari, Senin kemarin, 25 November 2019 ini. Saatnya makan malam dan menuju penginapan di Wisma Kangguru PPPPTK BMTI.

Kegiatan di PPPPTK BMTI

Benchmarking kali ini menuju PPPPTK Bidang Mesin dan Teknologi Industri (P4TK BMTI) yang berada di Jl. Pesantren No.KM, RW.2, Cibabat, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari. Penginapanku dan para rombongan juga berada di Wisma Kangguru yang berada di P4TK BMTI.

P4TK BMTI ini menjadi pusat pelatihan para guru di seluruh Indonesia untuk bidang mesin dan teknologi industri. So, kudu siap sedia penginapan untuk para pesertanya yang dari luar kota dong.

Penginapannya terhitung udah sekelas hotel, Guys. Airnya juga bisa hangat, kasur juga empuk. Kamar ada yang cuma dua orang, ada juga yang tiga orang. Tentunya twin bed di mana masing-masing orang akan mendapatkan kasur yang sama empuknya. Tersedia pula meja kerja dan satu televisi. Pastinya ada juga wifi dong.

Dari paparan di atas, aku lupa ngambil foto kamar. Gak kepikiran soalnya dokumentasiin kamar di sini wkwk. Maapkeun yes πŸ˜€

Saat aku masuk pertama di kantor ini, yang kurasakan adalah luasnya lahan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Pasalnya lahan di kantor ini 14,5 hektar.

Setiap bagian ruang terpasnag peta lokasi yang akan menjadi petunjuk ke mana kalian akan pergi. Jujur saya pertama ini juga bingung mau ke mana arah muterinnya wkwk.

Peta Lokasi PPPPTK BMTI Bandung
Peta Lokasi PPPPTK BMTI Bandung

Tak hanya luas, kantor ini juga lebat dengan kehijauan tanamannya.

Adem kabeh, panas ora kroso mergo kakean wit-witan kang ngademke ati seng loro

Begitu istilah bahasa Jawa-nya jika menggambarkan kehijauan di kantor ini.

Kehijauan PPPPTK BMTI
Kehijauan PPPPTK BMTI

Kegiatanku dan rombongan di sini yakni untuk silaturahmi sebagai sesama instansi dari Kemendikbud dan juga bertukar ilmu tentang ZI-WBK.

Banyak ilmu yang bisa kami dapatkan tentunya. Bagiku yang termasuk masih baru tentang pola manajemen instansi kementrian, tentunya juga sangat membuka cakrawala diri ini agar lebih rapi dan semakin semangat untuk ikut membangun negeri.

Kegiatan hari kedua di PPPPTK BMTI ini berlangsung dari jam 9 pagi sampai sekitar jam 3 sore. Dimulai dengan pembukaan dan penerimaan kami oleh Kepala PPPPTK BMTI hingga berbagai paparan strategi ZI-WBK.

Sesi terakhirnya adalah mengelilingi department atau bidang kerja yang ada di BMTI ini. Ada banyak sih. Tapi kalau mau keliling semua ya encok nanti. Bayangin 14,5 hektar wkwk. Akhirnya ya kami dipandu oleh pihak BMTI untuk mengunjungi sebagian bidang saja.

Overall, untuk peralatan bidang-bidang di sini memang luar biasa kalau untuk pelatihan, Guys. Bengkel belajar mesin otomotif pun pakai mobil Fortuner baru juga. Itu untuk bongkar pasang dalam pelatihan loh. Tapi kalian harus mahir dulu sebelum pegang tuh Fortuner. Lewati step pemula, baru kalian lanjut. Gitu kata leader team otomotifnya πŸ˜€

Aku gak banyak ambil dokumentasi di BMTI ini. Jadi, maapkeun ya kalau minim sangaaad fotonya. Beberapa temen ada yang jepret sih. Aku susulin deh kalau dapet nanti.

Nah, ada satu hal yang enggak tahu kenapa ini terjadi. Semua sudah ditakdirkan memang. Kita cuma perlu bersyukur. Kejadian ini aku tulis di bagian Serendipity.

Serendipity

Emm…apa yang kalian tahu tentang serendipity? Jika kalian suka bahasa Inggris, pasti tahu lah ya. Iyup, serendipity artinya kebetulan.

Namun, dalam hidup tidak ada yang namanya kebetulan karena semua sudah digariskan. Itu menurutku.

Kejadian ini adalah karena aku bertemu dengan adik kelasku saat kuliah dulu. Gak nyangka juga dia sekarang kerja di sini. Satu kementerian denganku di Kemendikbud. Dan lagi, pas aku kunjungan di BMTI ternyata dia juga di BMTI ini setelah pindah dari LPMP Jawa Barat.

Serendipity dengan adik kelas kuliah
Serendipity dengan adik kelas kuliah

Itu tuh adik kelasku saat kuliah dulu. Persis satu tahun di bawahku. Dulu kuliah ya biasa layaknya mahasiswa pada umumnya. Sampai sekarang juga baik. Ya kan temen haha.

Bagi yang berminat, mohon maaf wajahnya saya blur karena dia udah ada yang punya ya πŸ˜›

Aku hanya ngajak ngobrol sebentar karena saat itu juga jam kerjanya. Sama-sama di instansi Kemendikbud jadinya aku tahu sadar diri juga kalau jam kerja adalah sampai jam 4 sore. Saat itu masih sekitar jam setengah 4 sore.

Malah adik kelasku ini yang nyapa duluan dari belakang. Aku pun gak sadar kalau saat diajak keliling ternyata udah masuk ruangannya. Padahal udah janjian sih sebelumnya kalau aku mau nyamperin. Eh malah dia nongol duluan wkwk.

Ya alhamdulillah. Nyambung silaturahmi lagi setelah sekian lama. Mungkin semester 7 apa ya dulu terakhir sapa. Berarti udah 5 tahunan yang lalu.

Ya begitulah, kalau lulus semua silaturahmi perlahan tergerus. Hanya nikah dan lebaran yang terkadang mampu menyambungkan tali silaturahmi yang terasa sempat putus.

Lanjuut yes. Adik kelasku udah masuk ruangan kerjanya dia lagi dan aku pun ke masjid di BMTI untuk melaksanakan salat Ashar.

Satu lagi hal yang tak terduga yang menjadi kebetulan adalah bisa mampir ke kantor Pak Abu Khaer yang dulu pernah menjadi kepala instansi kami. Sekarang beliau di Bandung sebagai Kepala PPPPTK TK dan PLB. Berikut dokumentasi beberapa temen saat menuju kantor beliau dan menemukan spot foto ala quote Pidi Baiq. Iya, pembuat cerita Dilan Milea itu πŸ˜€

Bandung, Aku, Kamu, dan Waktu yang Cepat Berlalu
Bandung, Aku, Kamu, dan Waktu yang Cepat Berlalu

Pulang

Hari kedua kemarin sampai malam ya layaknya malam-malam biasa. Cuma dingin di Bandung gak ngenal waktu dan musim mungkin. Panas pun dingin. Apalagi di BMTI rindang banget. Bisa bayangin sendiri lah.

Saat pagi (ya sekitar jam setengah 6 pagi), ternyata ada ibu-ibu jualan jamu gendong loh yang menjajakan di sekitar wisma Kangguru kami kemarin. Sepertinya beliau keliling semua wisma. Entah ada berapa wisma di sini. Dan jamu itu menambah khasiat bagi temen-temen untuk melawan dinginnya kota ini.

Bandung is cool.Β 
Dingin di Bandung bagiku bukan musibah, namun agar bisa merasakan hangatnya rindumu yang kuingin itu menjadi anugerah.

Oiya…jika kalian hendak ke Bandung, sebaiknya siapkan pakaian dan jaket yang cukup tebel.

Bagi yang gak biasa dingin, walaupun orangnya gemuk sekalipun juga akan terserang flu dan demam. Kalau saya mah wajar ya saat pulang flu dan meriang karena belum menebal dagingnya πŸ˜€

Nah, hari ketiga di Bandung untukku dan rombongan ternyata sudah datang. Artinya persiapan pulang dan packing barang sekalian.

Kegiatan di BMTI hari ketiga hanya sampai 10 pagi dengan materi pembahasan RAB dan tetek bengeknya lengkap sampai kwitansi detil yang apalah-apalah untuk mendukung ZI-WBK. Setelah itu dilanjutkan dengan Isoma Dzuhur.

Acara menjelang pulang pun berlangsung setelah itu yakni di Dusun Bambu dan Floating Market.

Emm…sesi cerita untuk Dusun Bambu dan Floating Market sebaiknya aku pisah artikel aja ya karena banyak hal yang bisa diceritakan. Tentunya bukan karena saya cerewet, tapi karena dua lokasi ini memang berbeda.

Pembayaran yang tak bisa pakai uang cash dan sebagainya akan menjadi tambahan informasi bagi siapa saja yang ingin ke dua tempat ini.

Demikian sekilas tentang Kota Bandung. Aku dan adik kelasku tidak ada hubungan apapun apalagi dia udah punya patjar, Guys.

Tentang waktu yang cepat berlalu, ya beginilah hidup. Baru juga nyampe BandungΒ  hari Senin, baru juga ketemu adik kelas dan itupun sekitar 10 menitan, eh tiba-tiba udah Rabu aja dan sore pun pulang. Sekitar jam 2 dini hari nyampe lagi di kantor Semarang.

Baru juga semalem berjalan ama pujaan, eh tiba-tiba esok putus jadi mantan banyak juga iya, kan?

Quote terakhir untuk para penyebut belahan hati dalam berzikir,

Jalani hidupmu. Jangan memikirkan apapun yang tidak menjadi bagianmu termasuk jodohmu. Allah sudah mengaturnya untukmu. Berusahalah yang terbaik πŸ™‚