Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir

posted in: Ceritaku | 0

Sjahrir menjadi salah satu tokoh bangsa yang memiliki peran penting dalam kemerdekaan negara kita, Indonesia. Berikut sebagian cuplikan tentang ide-ide Sjahrir dalam hal Sosialisme Indonesia Pembangunan.

Oiya, buku ini juga sudah diulas beberapa pembaca di Goodreads.

sosialisme indonesia pembangunan

Cuplikan Sosialisme Indonesia Pembangunan: Kumpulan Tulisan Sutan Sjahrir

Oleh karena itu pula, tidaklah mengherankan bahwa di dalam kebingungan dan kekecewaan yang timbul setelah tercapainya kemerdekaan, yaitu setelah kemenangan Nasionalisme Indonesia, banyak orang di antara kita menoleh ke belakang kepada pengalaman dan pada keadaan yang dikenalnya dan hidup dalam ingatannya.

Akan tetapi kerapkali pula pengalaman dan ingatan itu menjadi halangan untuk dapat melihat jauh ke depan. Dan lagi di dalam kebingungan kerap kali pula kita dengan sengaja mem-perpendek pandangan mata kita, kita mempersempit alam kehidupan kita, seakan-akan dengan begitu lebih mudah kita mem-peroleh rasa kepastian hidup.

Kecenderungan hendak kembali pada yang lama serta pada yang telah dikenal itu sebagai sesuatu yang baik sebenarnya pasti tidak akan dapat menolong kita melepaskan diri dari kesulitan-kesulitan yang kita hadapi sekarang. Kehidupan dan sejarah bangsa kita berjalan terus, dan tidak dapat mundur pada titik yang telah kita lalui.

Jalan itu mungkin berliku-liku dan tidak lempang, akan tetapi yang sudah pasti ialah bahwa ia tidak akan dapat berulang kembali, meskipun apa yang dialami kadang-kadang ada persamaannya.

Kembali pada pertanyaan: Apakah yang mesti diusahakan? Pedoman dan pegangan apakah yang digunakan selanjutnya? Nilai-nilai dan norma-norma apakah yang sebenarnya harus kita pakai untuk menghadapi keadaan dewasa ini serta untuk meng-hadapi masa depan kita sebagai bangsa?

Yang paling umum terasa sekarang ialah kekurangan keadilan untuk rakyat banyak serta kekurangan rasa tanggungjawab pada golongan yang cerdik-pandai, hartawan serta golongan yang berkuasa, atas nasib dan keadaan rakyat kita umumnya.

Terasa pula kekurangan rasa kemanusiaan terhadap rakyat banyak yang masih hidup di dalam kemiskinan dan kebodohan. Oleh karena sebagian dari golongan atasan bangsa kita hanya memikirkan kepentingan dari kantongnya sendiri, timbullah ketegangan, perpecahan dan pertentangan di dalam masyarakat kita antara golongan-golongan yang berbahagia dengan golongan rakyat banyak yang nasibnya masih tetap buruk.

Oleh karena itu haruslah menjadi tujuan bangsa kita untuk mencapai kehidupan yang adil, makmur dan aman. Keadilan hanya dapat diwujudkan jikalau tidak ada lagi kemiskinan di antara rakyat. Harmoni dan keamanan di dalam kehidupan bangsa kita hanya dapat kita capai, jikalau kepentingan golongan yang satu tidak bertentangan dengan kepentingan golongan yang lain.

Serta sekali-kali tidaklah boleh bahwa kepentingan segolongan kecil yang hartawan bertentangan dengan kepentingan golongan rak-yat banyak yang miskin. Keadilan yang kita kehendaki itu ha-ruslah keadilan bersama yang didasarkan atas kemakmuran dan kebahagiaan.

Pada keadilan bersama kita menghargai sesame manusia sewajarnya, yaitu kita dapat membedakan antara dera-jat atau martabatnya. Tujuan keadilan bersama itu selalu juga menjadi cita-cita bangsa kita selama perjuangan kemerdekaan, akan tetapi sesudah kita mencapai kemerdekaan, seakan-akan kita melupakannya, sedikit-dikitnya dilupakan oleh golongan yang berkuasa.

Yang mesti menjadi tujuan bangsa kita di dalam keadilan bersama itu adalah kebahagiaan serta kemuliaan seluruh bangsa kita. Selalu dikemukakan bahwa nasionalisme kita adalah berdasarkan kerakyatan serta keadilan sosial, dan dalam semua undang-undang dasar kita disebutkan kerakyatan serta keadilan sosial sebagai dua sila dari sila kita yang lima itu.

Akan tetapi hingga kini semua itu merupakan idam-idaman serta kata-kata kosong belaka. Selama kemerdekaan, belum pernah dengan sungguh-sungguh dikerahkan kemampuan serta tenaga bangsa dan negara kita untuk menebus janji-janji serta idam-idaman itu.

Belum pernah pula pimpinan negara mengajak rakyat dan bangsa kita untuk mengerahkan tenaga untuk menegakkan sendi-sendi masyarakat baru yang berjiwa kerakyatan serta keadilan sosial.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.