Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir (8)

posted in: Ceritaku | 0

Yeah lanjut lagi dengan Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir. Kali ini kita yang akan kita bahas adalah halaman 193, 194, dan 195.
sosialisme indonesia pembangunan

 

Nah, baca juga artikel sebelumnya tentang Sosialisme Inndonesia Pembangunan Ala Sjahrir berikut. Oiya, review di Goodreads bisa kalian baca juga ya.

  1. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir
  2. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 2
  3. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 3
  4. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 4
  5. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 5
  6. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 6
  7. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 7

Angkatan Bersenjata dapat menjalankan fungsi yang penting di dalam usaha pemba-ngunan itu di luar tugas militernya yang rutin. Ia dapat membe-rikan contoh dan mendidik dalam hal bekerja dengan disiplin dan sebagainya.

Akan tetapi pasti bahwa pimpinan negara yang diperlukan adalah pimpinan yang selain jujur dalam berbakti kepada bangsa dan masyarakat, juga mampu dan cakap meng-hadapi tugas pembangunan masyarakat dan negara, dapat pula mendidik dan memimpin, menjadi contoh untuk rakyat kita umumnya, dan berkemampuan untuk membangun dan mempengaruhi jiwa rakyat dan bangsa kita ke jurusan yang baik dan berharga untuk usaha pembangunan itu.

Bantuan modal dan keahlian dari luar negeri memang kita perlukan akan tetapi hal ini baru akan bermanfaat jika kita telah sungguh-sungguh menjurus dan berlangkah kepada kemajuan dalam hal kemakmuran dan kebahagiaan. Di dalam kita berusaha itu, dengan sendirinya kita merasa apa yang kurang dan apa yang kita perlukan dari luar negeri.

Sekarang sebenarnya kita belum sanggup dan mampu untuk membicarakan apa yang terutama kita perlukan dari luar negeri, dan berapa banyaknya. Selama itu baik kita jangan terlalu menggembar-gembor di lapangan kehidupan internasional. Sebanyak dan sedapat mungkin kita menghindarkan permusuhan dan heboh, serta sebanyak dan sedapat mungkin pula kita mencari kepercayaan dan simpati dunia pada kita.

Politik bebas kita haruslah dipahamkan dan dilaksanakan dalam suasana yang demikian. Pimpinan negara yang jujur, cakap dan kuat pasti dengan sendirinya akan menimbulkan peng-hargaan dunia terhadap kita. Dan jika dengan pimpinan yang begitu, kita dapat membuktikan kepada dunia kemajuan kita dengan angka-angka yang dapat diuji kebenarannya.

Produksi nasional kita maju, penghasilan nasional kita bertambah, negara kita lebih teratur, dengan sendirinya soal memperoleh yang kita perlukan dari luar negeri menjadi lebih mudah.

Dan kita tidak akan terpaksa dan dipaksa berlaku sebagai seorang yang terpaksa membuat hutang pada pihak berduit, dengan membayar riba yang mencekek-leher atau dengan mengadakan konsesi-konsesi politik yang hina sebagai bangsa, apalagi yang pada pokoknya sama dengan mengkhianati bangsa.

Misalnya dengan konsesi-konsesi politik yang akan memudahkan bagi kaum komunis untuk menghancurkan negara dan bangsa kita yang dipro-klamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Jelaslah bahwa kesimpulan kita yang terakhir adalah bahwa untuk dapat menghindari malapetaka yang kita hadapi dewasa ini sebagai bangsa dan negara, haruslah segala usaha bangsa dipusatkan untuk memperoleh pimpinan negara yang lain dari-pada yang telah kita alami selama ini dan yang telah membawa kita sekarang dekat pada jurang maut, oleh karena ketidakmam-puan mereka menjalankan tugas pokoknya terhadap bangsa dan masyarakat.

Pimpinan yang lain dan lebih baik itu, tidak dapat diharapkan dari dan dengan cara koalisi antara partai politik yang duduk di dalam parlemen sekarang. Ketidakmampuan parlemen sekarang untuk menghasilkan pemerintah seperti apa yang diperlukan oleh bangsa dan masyarakat, telah terbukti dengan nyata di waktu yang lampau.

Pimpinan itu tidak dapat pula dihasilkan dengan pemberontakan seperti yang terjadi dengan sia-sia sekarang di negeri kita sekarang. Pun ia tidak akan tercapai dengan mendirikan satu junta-militer yang pasti tidak akan mampu dan cakap menjalankan tugas pokok negara yaitu pembangunan kemakmuran dan kebahagiaan, seperti juga ada bukti-buktinya selama kita hidup di dalam suasana bahaya perang sekarang, di mana kerapkali kaum militer turut serta dalam penentuan kehidupan ekonomi.

Pimpinan yang baru itu harus kita peroleh dengan bantuan langsung dari segenap rakyat dari segala penjuru daerah dan lapisan rakyat, yang harus dapat melahirkan yang terbaik dari apa yang terkandung dalam dirinya. Pimpinan itu harus merupakan inti dari penggabungan dari segenap bangsa kita, di mana tidak boleh dikesampingkan siapa pun juga di antara kita, apa pun juga partai atau keyakinannya, atau keturunannya.

Sentiment perseorangan dan kepicikan golongan harus disingkirkan di dalam usaha membentuk suatu pimpinan negara yang bertugas terhadap seluruh bangsa dan negara atau masyarakat. Baik dan benarnya pilihan itu pasti akan dapat dibuktikan dalam waktu yang singkat dengan ujian dan perbandingan dengan pemerintah-pemerintah yang sudah-sudah.

Jika pilihan itu ternyata baik maka pantas dan patut bahwa bangsa kita me-naruhkan cukup kepercayaan padanya sehingga pimpinan nega-ra itu dapat bekerja dengan kekuasaan yang lebih besar daripada pemerintah-pemerintah selama ini. Ia harus diperbolehkan melaksanakan rencana-rencana pembangunan yang disusun dan dikerjakan di dalam Badan Perencanaan yang sungguh dapat pula menghadapi dan mengerjakan tugasnya.

Pembentukan pimpinan negara yang begitu tidak dapat dikerjakan dengan jalan koalisi di dalam parlemen, akan tetapi itu belum berarti bahwa pembentukan pimpinan yang begitu mesti diusahakan dengan dikesampingkannya samasekali parlemen yang dipilih itu.

Pembentukan pimpinan negara seperti yang diperlukan oleh negara dan bangsa kita dewasa ini dapat diusahakan dengan bantuan parlemen, kaum militer dan rakyat seluruhnya secara langsung, meskipun tidak perlu diadakan plebisit.

Akan tetapi pasti harus dan nyata adalah bahwa seluruh daerah ke pulauan Indonesia mengetahui dan sadar akan usaha pembentukan pimpinan baru untuk bangsa dan negara kita itu.

Dan bahwa pembentukan pimpinan negara yang baru itu merupakan langkah utama yang penting di dalam usaha bangsa kita menghentikan kemerosotan dan mengusahakan perkembangan ke arah yang baru, harus menuju pada kemakmuran, kebahagiaan dan kesatuan Indonesia.

Inilah soal utama dan tampaknya merupakan satu-satunya yang harus kita pecahkan lebih dahulu sebagai bangsa dengan segera, sebelum kemerosotan dan perpecahan menjadi kian membesar sehingga tidak dapat tertolong lagi.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.