Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir (7)

posted in: Ceritaku | 0

Okeh, kita lanjutkan lagi Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir. Kali ini kita akan membahas halaman 175 dan 176. Menurut pemahaman saya, di sini banyak dibahas tentang “agama” komunis. Simak aja dah.

sosialisme indonesia pembangunan

Nah, baca juga artikel sebelumnya tentang Sosialisme Inndonesia Pembangunan Ala Sjahrir berikut. Oiya, review di Goodreads bisa kalian baca juga ya.

  1. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir
  2. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 2
  3. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 3
  4. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 4
  5. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 5
  6. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 6
Sosialisme Indonesia Pembangunan Hal.175 dan 176

Golongan yang memimpinnya berkedudukan sangat kuat dan monopolistis, yaitu kaum komunis Lenin dan Stalin. Mereka bertujuan menurut agamanya itu, akan meruntuhkan kapitalisme di dunia serta mendirikan suatu kekuatan sosialis di bawah pimpinan kaum komunis Uni Soviet.

Menurut “agamanya” itu mereka menganggap pusat dan pimpinan perjuangan untuk memenangkan revolusi proletar dunia dan mendirikan kekuasaan di seluruh dunia adalah negeri Lenin dan Stalin yang menafsirkan ajaran Marx dan Engels itu pada mereka.

Menurut “agama” dan keyakinan mereka itu (sebagai kaum Leninis dan komunis) mereka yang meng

uasai enam ratus juta jiwa manusia di Tiongkok itu merupakan suatu bahagian daripada balatentara komunis dunia yang pusatnya berada di Moskwa dan pimpinannya adalah pada Partai Komunis Lenin dan Stalin itu.

Hal ini tidak dapat dianggap hanya sebagai hal sementara saja melainkan haruslah dipahamkan bahwa selama mereka berpegang pada “agama” atau keyakinan komunis Leninis dan Stalinis, hal-hal ini merupakan sungguh-sungguh inti daripada “agama” serta keyakinannya itu.

Kaum yang menamakan dirinya komunis di Yugoslavia sebenarnya bertindak bertentangan dengan “agama” komunis ketika mereka melepaskan diri dari susunan serta kerjasama Leninis-Stalinis itu, meskipun untuk sekian lamanya mereka masih tetap menyebut diri mereka komunis atau Leninis serta mereka menjalankan pemerintahan yang dinamakannya pemerintahan diktatur proletar.

Golongan yang memisahkan dirinya dari komando Moskwa itu biasanya oleh kaum komunis Moskwa dan Stalinis tidak diakui komunisnya lagi dan diberi nama Trotzkis atau juga kaum peng-khianat, kaki tangan kapitalis imperialis sebab menentang dan tidak tunduk pada komando Moskwa. Hal ini pun sesuai benar dengan ajaran dan jiwa ajaran Lenin dan Stalin tentang komunisme itu.

Kaum komunis di RRT bukanlah yang disebut oleh Moskwa kaum Trotzkis. Mereka tidak pernah berbuat lain daripada mengkaji ajaran-ajaran Lenin dan Stalin. Itulah “agama” mereka. Dan oleh karena itu maka mereka bekerjasama dengan Uni Soviet bukanlah semata-mata atas dasar kepentingan Negara Tiongkok, melainkan hal itu berdasarkan keyakinan dan “agama” komunisme Lenin dan Stalin.

Hal ini kerapkali dilupakan orang dalam menilai RRT. Terlalu condong orang memandang komunis Tionghoa sebagai orang Tionghoa seperti yang sudah kian lama dikenal, yaitu sebagai suatu bangsa yang kian tua dan lama sejarahnya serta kebudayaannya, bangsa yang sangat levelheaded dan suka berkompromi, sebagai bangsa yang lebih bijaksana daripada segala ajaran kehidupan, apalagi ajaran-ajaran ekonomi Marx atau Lenin.

Berhadapan dengan Chou En Lai orang terlalu mudah melupakan bahwa ia mewakili kekuasaan kaum komunis yang “beragama” Leninis dan Stalinis serta bahwa ia bukan orang Tionghoa yang beragama Khonghucu atau Budha.

Berhadapan dengan RRT dewasa ini sebenarnya adalah sama dengan berhadapan secara tidak langsung dengan Uni Soviet. Selain daripada orang yang berbangsa Rus, tidaklah orang yang “beragama” Leninis atau Stalinis yang sungguh nasional. Bagi kaum Stalinis dan Leninis yang mungkin hanya kenasionalan Rusnya yang dianggap memang sebagai inti dari kebangsaan proletar atau komunis.

Dahulu Marx mengatakan kaum proletar tidak mempunyai tanah air. Dan setelah Komunis merampas kekuasaan di Rusia diajarkan bahwa Negara Rusia itulah yang harus dianggap sebagai tanah air kaum komunis dan kaum proletar seluruh dunia. Hal inilah yang dijadikan inti jiwa dan kepercayaan semua ajaran Lenin dan Stalin.

Oleh karena itu pula maka tiap gerakan komunis yang berpegang pada ajaran Lenin dan Stalin, memanglah tidak dapat lain daripada dipandang sebagai gerakan untuk Uni Soviet dan berbangsa Uni Soviet.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.