Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir (6)

posted in: Ceritaku | 0

Masih berlanjut di Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir. Kali ini kita akan membahas halaman 173 dan 174. Yuuuk cus.

sosialisme indonesia pembangunan

Ada baiknya kalian baca juga Sosialisme Indonesia Pembangunan yang sebelumnya saya tulis juga ya:

  1. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir
  2. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 2
  3. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 3
  4. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 4
  5. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 5
Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir Hal. 173

Mereka itu tentu akan sangat kecewa jika dilihatnya bahwa pengaruh komunis di negeri kita berkembang sehingga menghilangkan harapannya dan pula menghadapinya dengan kemungkinan tambahan bahaya dating dari Indonesia di dalam persoalan Tionghoa serta komunis itu.

Sebab, kemajuan gerakan komunis di Indonesia pasti akan langsung mempengaruhi pula kegiatan komunis serta jiwa komunis di Malaya, sedangkan hingga dewasa ini usaha yang dilakukan di Malaya itu adalah memusnahkan gerakan dan susunan komunis di Malaya yang telah bertahun-tahun lamanya melakukan pemberontakan dengan senjata.

Jelaslah terhadap Bangsa dan Negara Malaya yang baru ini, Bangsa dan Negara Indonesia mesti memberikan perhatian yang istimewa dan harus pula kita merasakan sekedar tanggung jawab atas nasib beberapa juta Bangsa Malaya yang hidup di semenanjung itu.

Terlebih dalam usaha Malaya mempertahankan diri terhadap bahaya caplokan pihak Tionghoa dari dalam dan dari luar ataupun dari bahaya komunis dan bahaya RRT. Di-banding dengan kenyataan bahwa pengaruh penjajah lama Inggeris di Malaya masih besar, begitu pula bahwa Serawak masih menjadi jajahan Inggeris, atau pun bahwa Timor masih menjadi jajahan Portugis untuk sebagaian dan bahwa sebagian besar dari wilayah kita yaitu Irian-Barat masih pula dijajah oleh Belanda, bahaya komunis dan bahaya RRT sebenarnya merupakan suatu gejala dan persoalan untuk kehidupan di Asia Tenggara ini, yang belum dapat dipahamkan dengan sebaiknya oleh ba-nyak orang yang tersangkut.

Yang lajim dibuat orang adalah menganggap bahwa bahaya Tionghoa yang bersangkutan dengan bahaya RRT serta komunis itu, harus dikebelakangkan dulu untuk menghadapi serta menentang kolonialisme yang masih hidup.

Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir Hal. 174

Di dalam menentang dan melawan kolonialisme dan imperialisme yang masih ada sebagai sisa-sisa penjajahan dahulu, dianggap orang lumrah pula bahwa RRT serta kaum komunis serta golongan Tionghoa mengambil tempat yang bergandengan serta menyatakan persetujuan mereka pada kaum nasional.

Di sini tampaknya akan berulang kesalahan yang dapat dimengerti menurut hukum ilmu jiwa. Yaitu kesalahan yang dilakukan oleh rakyat Asia sebelum waktu Perang Dunia Kedua terhadap Bangsa Jepang. Bangsa Jepang di waktu itu sudah terang dan nyata adalah bangsa imperialis dan kolonialis.

Ia menjajah Korea, Mansuria, Formosa dan ia melakukan perbuatan-perbuatan yang keras dan kejam untuk menundukkan Bangsa Tionghoa pada kekuasaannya. Meskipun begitu pada umumnya bangsa-bangsa Asia yang dijajah oleh bangsa-bangsa kulit putih sejak beratus tahun lamanya dalam hati mereka memihak pada Bangsa Jepang dan mengharapkan bahwa kekuatan dan kekuasaan Jepang itu akan dapat membantu memutuskan rantai dan belenggu penjajahan.

Hampir seluruh bangsa yang terjajah di Asia ternyata di waktu itu condong dan memihak pada Jepang di dalam perlawanannya terhadap negara-negara Barat. Sedangkan di waktu itu Jepang menjadi sahabat kaum fasis di dunia.

Setelah pecah Perang Dunia Kedua, Jepang berhasil mengusir si penjajah berkulit putih dari beberapa daerah di Asia, maka ia dikutuki oleh bangsa-bangsa yang tadinya mengharapkan bahwa masuknya tentara Jepang ke negerinya akan berarti lenyap penjajahan dan timbul kemerdekaan.

Ternyata penjajahan Bangsa Jepang itu lebih kejam daripada penjajahan yang sudah dikenal lama. Untuk mengulangi apa yang dibuatnya dahulu tidak akan mudah bagi Bangsa Jepang. Akan tetapi sekarang ternyata bahwa jalan pikiran serta perasaan seperti terhadap Jepang dahulu itu berulang kembali di dalam Asia menghadapi RRT serta bahaya komunis.

RRT yang dikuasai oleh kaum komunis Tiongkok sekarang ini telah membuktikan dalam beberapa tahun yang terakhir ini bahwa ia bukan lagi Tiongkok yang dahulu. Ia tidak dapat lagi dipandang raksasa yang lumpuh. RRT sekarang sungguh-sungguh telah merupakan suatu Negara dan Bangsa yang berkemampuan yang belum dapat diduga besarnya.

Ia telah memulai industrialisasi-nya dan di dalam sedikit waktu ia telah mencapai berbagai kemajuan yang melebihi kemajuan yang dapat dicapai selama berpuluh tahun sebelumnya.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.