Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir (5)

posted in: Ceritaku | 0

Okeh kita lanjut pada buku Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir. Kali ini kita backward alias mundur ke halaman 125 dan 128 terlebih dahulu yes karena ada ketikan yang sudah saya selesaikan.

sosialisme indonesia pembangunan

Untuk halaman 126 dan 127 kalian bisa lihat di link pertama. Untuk halaman yang lain bisa kalian lihat di sini:

  1. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 2
  2. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 3
  3. Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir 4
Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir Hal.125

Apa hendak dibuat? Bagaimana mau memperoleh rasa kepastian kembali? Apa pedoman? Apa pegangan selanjutnya? Keperluan akan kepastian pedoman dan pegangan itu, menybabkan bahwa di antara bangsa kita ada yang kembali pada norma-norma dan nilai-nilai yang lama.

Mereka yang berbuat demikian berperasaan seakan-akan hidup di dalam jaman penjajahan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku waktu itu adalah lebih tenteram dan aman, seakan-akan bagi mereka kehidupan waktu itu merupakan kehidupan yang mengandung lebih banyak kepastian daripada sekarang ini.

Rakyat biasa yang sederhana pikiran serta pengertian dan terbatas pengalamannya, jika  rindu pada kehidupan yang lama itu menginginkan kembalinya jaman “normal” atau “habisnya merdeka” dan sebagainya.

Sebagian di antara kita ada pula yang memimpikan kem-balinya jaman 1945, jaman revolusi, jaman ketika nasionalisme mencapai puncak gemilangnya, di mana tiap putera dan puteri Indonesia mencapai pula puncak gelora kehidupannya dengan kesediaan serta keridlaan yang sepenuhnya untuk berbakti serta berkorban.

Ada pula yang bingung serta pasrah saja pada nasib. Malah ada juga di antara kita yang untuk memperoleh sekedar pegangan serta kepastian, lari ke mistik, ke dukun-dukun dan kiai-kiai, atau cerita-cerita pusaka, seperti cerita dan ramalan Joyoboyo.

Akan tetapi jelaslah bahwa apa yang telah berlalu dalam sejarah dan kehidupan bangsa kita tentu tidak akan dapat kem-bali. Apa yang telah kita lalui, buruk maupun baik, meninggalkan bekas dan pengaruhnya pada kita.

Pengaruh dan bekasnya itu kita bawa terus dalam perjalanan hidup kita selanjutnya. Tidaklah sulit untuk menunjukkan atau membuktikan kebenar-an pernyataan di atas tentang keluhan dan kerinduan untuk kembalinya jaman normal.

Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir Hal.128

Memang benar bahwa menciptakan masyarakat baru itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Mengajak rakyat banyak dan bangsa kita untuk memulai usaha mendirikan suatu masyarakat yang berdasarkan kerakyatan serta keadilan sosial adalah sama dengan mengajak memulai suatu usaha yang mahabesar dan mahaberat serta yang pasti akan memakan waktu bertahun-tahun mungkin berpuluh tahun.

Mengajak bangsa dan rakyat kita, memulai usaha seperti itu adalah sama pula dengan mengajak rakyat dan bangsa kita untuk memeras keringat, membanting tulang dan berhemat serta berkorban bertahun-tahun lamanya. Hal yang demikian itu memerlukan bahwa rakyat dan bangsa kita mengubah pandangannya terhadap kerja serta cara-cara be-kerja.

Kerja dan bekerja haruslah mendapat tempat yang tertinggi dalam penilaian bangsa kita. Kita harus dapat membenci dan memusuhi pengangguran dan menghargai setinggi-tingginya kerja dan hasil kerja untuk kepentingan bersama atau kepenting-an umum.

Untuk mewujudkan kerakyatan dan keadilan sosial di dalam masyarakat kita haruslah kita dapat mencapai kemakmuran untuk dijadikan dasarnya. Kemakmuran itu adalah kemakmuran yang merata sesuai dengan jiwa kerakyatan dan keadilan sosial. Ia haruslah bersifat kemakmuran bersama. Maka mencapai kemakmuran seperti itu, mesti pula menjadi tujuan hidup bangsa kita.

Di dalam mengurus soal-soal yang bersangkutan dengan kemakmuran, sangatlah jelas kegagalan bangsa kita selama ta-hun-tahun sesudah kemerdekaan ini. Di sini pulalah terletak salah satu pokok kekecewaan rakyat kita umumnya.

Mengurus kemakmuran rakyat dan bangsa tidak dapat di-kerjakan dengan baik jika tidak diperhatikan syarat-syarat serta hokum-hukum ekonomi. Untuk itu kita harus menggunakan apa yang dinamakan rasio. Mengurus kemakmuran dan ekonomi untuk orang banyak serta untuk bangsa, berarti menghitung dan membanding, sesudah itu memilih dan mengerjakan.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.