Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir (2)

posted in: Ceritaku | 0

Setelah kemarin saya memposting tentang Sosialisme Indonesia Pembangunan halaman 126 , kali ini saya akan membahas lagi sebagian kelanjutan tulisan Sjahrir dan pemikirannya. Okey, yang sekarang saya bahas adalah halaman 181 dan 182.

Dalam halaman ini, Sjahrir sangat peduli dengan bangsa ini termasuk tentang adanya “ketidaksenangan” pada komunisme. Okewell, langsung saja ya kita bahas tulisan Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir bagian 2.

sosialisme indonesia pembangunan

Maka terang pulalah bahwa persoalan komunis sekarang sudah menjadi persoalan yang terbesar dan menentu-kan bagi kedudukan kita sebagai Negara dan Bangsa dalam hu-bungan antar-bangsa dan juga untuk keadaan di dalam negeri kita.

Tampaknya tidak akan mungkin pemberontakan-pembe-rontakan di dalam negeri kita dihentikan atau berhenti sendiri selama belum diperoleh penyelesaian di dalam persoalan komu-nis. Dan kalau pembangunan digantungkan pada cukupnya kea-manan di dalam negeri, tidak pula akan memperoleh keamanan yang dikehendaki itu selama kaum komunis masih kian besar pengaruh dan kekuasaannya. Biarpun mereka tidak akan menganjurkan pemogokan sama sekali malahan menganjurkan supaya pemerintah dibantu sepenuhnya oleh semua pengikut-nya seperti sekarang ini di dalam menghadapi pemberontakan-pemberontakan di daerah. Untuk sementara pertikaian kita de-ngan Belanda dan dunia telah terdesak ke belakang oleh karena berbagai pemberontakan yang pecah di negeri kita dan bantuan luar negeri yang diperoleh kaum pemberontak itu dari berbagai pihak yang memusuhi Uni Soviet dan komunis.

Mereka yang membantu kaum pemberontak itu pun menge-tahui pula bahwa lebih lama pemberontakan itu berlaku akan lebih merosot pula kedudukan dan kekuasaan pemerintah kita dan bahwa akan bertambah besar pula pengaruh serta kekuasa-an kaum komunis dan bahwa ada bahaya pada suatu ketika perbandingan itu menjadi demikian rupa sehingga pemerintah kita tidak akan dapat hidup terus tanpa bantuan Uni Soviet dan RRT serta PKI.

Akan tetapi, haruslah kita sadar dan paham bantuan dan sokongan yang dapat diharapkan dari pihak komunis luar dan dalam negeri, di dalam perbandingan kekuasaan dan kedudukan yang meliputi kedudukan negeri serta bangsa di bagian dunia kita, tidak akan memastikan dan menjamin kelanjutan kita sebagai negara dan bangsa seperti yang kita harapkan dan ingin-kan pada proklamasi 1945. Tidak mungkin pula mengharapkan bahwa bantuan dari Partai Komunis serta blok komunis itu akan dapat menghentikan pemberontakan-pemberontakan serta kerusuhan di dalam negeri kita. Sebaliknya yang dapat dikua-tirkan. Jika bantuan dari pihak komunis menjadi lebih besar   dan lebih terang-terangan, maka akan bertambah pula campur tangan dari pihak musuh mereka dan akan lebih terang-te-rangan bantuan akan diberikan oleh pihak lainnya pada segala pemberontakan dan pada segala musuh komunis itu. Tiada pula dapat dihindarkan akhirnya bahwa tanah air kita ini menjadi medan pertempuran antara dua blok itu dengan menggunakan rakyat kita untuk memperjuangkan kepentingan dan melaksa-nakan peperangan mereka. Akan lenyaplah watak kita sebagai bangsa dan akan hancur leburlah segala hasil yang telah kita capai sebagai hasil perjuangan kebangsaan kita selama berpuluh tahun ini. Kalau perkembangan di negeri kita ini berlanjut ke ju-rusan yang malang dan celaka itu, maka memang ada kemung-kinan bahwa nasib negeri dan bangsa kita akhirnya hanya akan tergantung pada nasib dunia seluruhnya, yaitu pada kemungki-nan pecah perang dunia. Kalau blok komunis menang dalam perang itu, maka negeri dan bangsa kita akan menjadi bagian dari kerajaan mereka, sedangkan jika sebaliknya mereka yang kalah, dengan sendirinya komunis akan dilenyapkan pula dari negeri kita, kedudukan serta kekuasaannya dan nasib kita akan berada di dalam tangan blok Barat. Selama perang dunia itu ti-dan pecah, negeri kita akan merupakan negeri yang kacau-balau dan penuh kerusuhan.

Bangsa kita akan merupakan bangsa yang terpecahbelah  serta berperang saudara sedangkan rakyat kita akan hidup da-lam kesengsaraan dan kemelaratan terus menerus. Memang sangatlah suram keadaan dan masa depan yang kita hadapi,   jika kita tidak dapat menyelesaikan persoalan komunis di dalam negeri kita. Kita harus sadar dan mengerti bahwa bagi kita sekarang persoalan komunis itu merupakan segi yang kedua dari perjuangan kebangsaan kita untuk menyempurnakan kemerdekaan kita serta untuk mendesak kolonialisme serta im-perialisme dari negeri serta dari kehidupan kebangsaan kita.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.