Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir (10)

posted in: Ceritaku | 0

And, finally…kita sampai juga di bagian akhir tulisan saya tentang buku Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir. Dan untuk penutup di sini adalah halaman 199 dan 200.

Nah, baca juga artikelnya dari awal tentang Sosialisme Indonesia Pembangunan Ala Sjahrir ya. Oiya, review di Goodreads bisa kalian baca juga untuk dapat melihat ulasan pembaca lainnya.sosialisme indonesia pembangunan

Akan tetapi untuk dapat memastikan berhasil atau tidak-nya aturan-aturan 14 pasal itu, membendung inflasi seperti dimaksudkannya, memerlukan waktu. Ekspor harus lebih meningkat terus, dan oleh karenanya impor pun harus lebih lancar dan negara menyedot uang lebih banyak dari masyarakat via penjualan devisanya itu dan via cukai impor.

Selain dari yang dikatakan di atas itu, pemerintah dan negara harus dapat menghindarkan bahwa segala yang diharapkannya di atas tadi, tidak dihancurkannya sendiri dengan pengeluaran-pengeluaran yang tidak seimbang dengan segala kemajuan yang dapat diharapkan dari aturan-aturan 14 pasal itu di lapangan kehidupan ekonomi.

Sudah sering diakui bahwa sebab yang terutama dan yang pokok dari inflasi yang kita alami sekarang ini adalah pengeluaran-pengeluaran negara dan pemerintah, yang sama sekali tidak sepadan dengan kemampuan dan kekuatan menghasilkan dari masyarakat kita dewasa ini.

Pernah Presiden berkata bahwa untuk memperoleh Irian Barat, Pemerintah menggunakan 80% budget Negara, sedang-kan tiap biaya yang lain pun tidak berkurang. Dengan lain perkataan yang menyebabkan lebih dari 200.000 juta rupiah berada dalam peredaran kini, adalah pengeluaran-pengeluaran yang puluhan ribu juta banyaknya untuk keperluan persiapan memperoleh Irian Barat itu.

Satu pertanyaan adalah, apakah oleh karenanya tidak jauh terlalu mahal harga Irian Barat itu? Dijawab bahwa kehormatan bangsa tak boleh diukur dengan ukuran dagang. Akan tetapi bermacam-macam pengeluaran uang yang dimaksudkan untuk Irian Barat masih saja kini merupakan saluran-saluran pengeluaran negara, sedangan Irian Barat telah kembali ke dalam wilayah kita. Rupanya menutup saluran-saluran itu, merupakan kesulitan dan persoalan bagi pemerintah.

Tetap Angkatan Bersenjata menelan puluhan ribu juta, yang rupanya tak boleh ditanyakan gunanya. Oleh karena memang oleh Presiden Sukarno sendiri telah diakui dan oleh Djuanda pada keterangannya di muka DPRGR ketika mengemukakan Anggaran Belanja Negara 1963/1964, ditekankan bahwa sebab dan sumber inflasi yang pertama dan yang pokok adalah pengeluaran-pengeluaran negara dan pemerintah, maka inflasi tak akan dapat dikuasai, jika negara dan pemerintah tidak dapat menguasai diri, membatasi diri, berhemat, mereorganisasi dirinya, sehingga dapat mengusahakan supaya pengeluaran-pengeluaran negara dan pemerintah seimbang dengan kemampuan dan kekuatan penghasilan (produksi) masyarakat Indonesia.

Bandingan itu kini sangat pincang. Kekurangan ditutup dengan membuat hutang kanan kiri. Tapi kini pun telah timbul keperluan supaya hutang-hutang itu dibayar kembali, meskipun berangsur-angsur.

Dengan perkataan lain soal berhasil atau tidaknya usaha membendung inflasi ini tergantung pada kemampuan masyarakat Indonesia mengadakan suatu pemerintah yang sanggup menguasai dirinya berhemat, bertindah keras dan radikal kalau perlu dan terutama dapat hidup bertanggungjawab terhadap masyarakat dan sejarah.


Yup, itu dia semua hasil ketikan (ulang ) yang saya lakukan dari buku resminya. Silahkan kalau ada yang ingin disampaikan, tinggalkan jejak di kolom komentar ya. Haturnuwun 🙂

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.