» » Popularitas Windows 10 Kalahkan Windows 7

Popularitas Windows 10 Kalahkan Windows 7

posted in: Ceritaku | 0

Semenjak pertama kali meluncur pada pertengahan 2015, popularitas Windows 10 tak kunjung mengalahkan pendahulunya, Windows 7. Namun, di penghujung tahun lalu, pangsa Windows 10 di pasaran sistem operasi akhirnya tercatat melewati Windows 7 untuk pertama kalinya.

Popularitas Windows 10

Hal tersebut diungkapkan oleh data NetMarketShare dari firma analisis web Net Applications untuk bulan Desember 2018. Pada bulan terakhir di tahun lalu itu, NetMarketShare mencatat Windows 10 memiliki pangsa 39,22 persen di pasaran sistem operasi.

Angka ini naik dari 38,14 persen yang tercatat di bulan sebelumnya. Sementara itu, persentase sang “adik”, Windows 7, tercatat mencapai 36,90 persen, turun dari angka 38,89 persen yang terekam di bulan November.

Ilustrasi grafik kepopuleran OS
Ilustrasi grafik tingkat popularitas sistem operasi

Dengan kata lain, Windows 10 butuh waktu 3,5 tahun untuk bisa mengalahkan sistem operasi Windows 7 meskipun Windows keluaran 2015 tersebut terpasang di beberapa perangkat, bukan hanya PC saja seperti Windows 7.

Seperti dirangkum KompasTekno dari The Verge, Kamis (3/1/2018), Windows 10 kini terpasang di lebih dari 700 juta perangkat, termasuk PC, tablet, ponsel, dan konsol game Xbox One.

Angka tersebut masih kurang dari target 1 miliar perangkat Windows 10 dalam 3 tahun yang sebelumnya sempat ditargetkan Microsoft. Selain bisa dipasang di berbagai jenis perangkat, adopsi Windows 10 turut didukung oleh tawaran upgrade cuma-cuma dari Windows 7 dan Windows 8.1, meski kini sudah tak berlaku lagi.

Baca juga: Menonaktifkan Windows Update Secara Permanen

Pengguna Windows 10 juga akan merasakan perubahan pada browser-nya yakni Microsoft Edge. Belakangan, Microsoft mencoba untuk merombak Edge. Salah satunya adalah dengan cara membangun kembali browser Edge menggunakan mesin Chromium, mesin peramban open-source yang juga digunakan oleh Google Chrome.

Dengan kata lain, nantinya Edge akan didukung oleh mesin Blink dan V8 JavaScript. “Tujuan utamanya, kami ingin membuat pengalaman web yang lebih baik untuk beragam pengguna,” jelas Vice President Windows, Joe Belfiore.

Ia menjanjikan peningkatan kemampuan Edge dengan semua situs web yang akan lebih hemat baterai serta integrasi hardware di semua perangkat Windows. Untuk memperjelas, Microsoft Edge masih tetap akan ada dengan nama tersebut. Hanya saja, nantinya Microsoft Edge akan lebih stabil dengan perubahan ini.

Sumber: tekno.kompas.com

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.