» » Petr Cech Akhirnya Pensiun, Gaes!

Petr Cech Akhirnya Pensiun, Gaes!

posted in: Sport | 0

Petr Cech akhirnya pensiun dengan secara resmi mengumumkan bahwa dirinya akan gantung sepatu pada akhir musim ini. Perjalanan karirnya cukup berliku dengan awalnya bermain sebagai seorang penyerang.

Petr Cech akhirnya pensiun

Cech lahir di Kota Plzen, Republik Ceko pada 20 mei 1982 dari pasangan Vaclav Cech dan Libuse Cechova. Dia memiliki dua kembaran yaitu seorang perempuan Sarka dan seorang laki-laki bernam Michal. Naasnya Michal meninggal dunia saat mereka masih berusia dua tahun karena infeksi.

Darah olahraga memgalir dari kedua orang tuanya tersebut. Vaclav dan Libuse merupakan mantan atlet bagi negara mereka. Namun hanya Petr Cech yang mengikuti jejak kedua orang tuanya tersebut.

Awalnya, Cech lebih tertarik bermain hoki es dan mengidolakan salah satu pemain nasional negaranya, Dominik Hasek. Sayangnya, orang tua Cech tak memiliki cukup uang untuk membelikan peralatan hoki es yang tergolong mahal. Cech pun akhirnya mengalihkan minatnya dengan berlatih sepak bola.

Jejak Petr Cech muda dimulai dari klub asal kota kelahirannya, Viktoria Plzen, dulu bernama Skoda Plzen. Dia bergabung dengan akademi klub itu sejak berusia tujuh tahun.

Awalnya Cech bermain sebagai seorang penyerang atau sebagai sayap kiri di klub tersebut. Namun, petaka membuat dia nyaris tak dapat bermain sepak bola lagi. Pada sebuah laga, dia mengalami patah kaki. Hal itu terjadi saat dia berusia 10 tahun.

Melihat hal itu, kedua orang tuanya sempat melarang Cech muda bermain sepak bola. Alhasil, pada usianya menginjak 11 tahun Cech menggeluti dunia akting.

Dia sempat bermain di sebuah sinetron televisi berjudul The Territory of White Deer. Meskipun menikmati menjadi seorang aktor, hasrat Cech terhadap sepak bola rupanya tak terhenti.

Alhasil dia kembali berlatih di akademi Viktoria Plzen. Namun kali ini pelatihnya memberi dia posisi sebagai penjaga gawang. Hal itu tak lepas dari postur tubuh Cech yang di atas rata-rata anak seusianya. Dia juga dinilai memiliki kemampuan menangkap bola lebih baik ketimbang para pemain lainnya.

Bakat Cech mulai tercium saat dirinya mengikuti turnamen untuk pemain muda di Amsterdam pada usia 17 tahun. Kemampuannya menarik perhatian klub besar Ceko, Sparta Praha. Pada 2001 Sparta Praha pun langsung mengontraknya.

Pada musim pertamanya di Liga Ceko, Cech langsung membuat sensasi. Dia menjadi penjaga gawang termuda dan memecahkan rekor tak kebobolan di kompetisi tersebut. Total dia mencatatkan 855 menit tak kebobolan dan membawa klub itu menjuarai Liga Ceko.

Karir Cech semakin menanjak karena performanya ternyata terpantau oleh klub-klub besar Eropa. Arsenal sempat ingin memboyong penjaga gawang berusia 19 tahun tersebut.

Namun langkah Arsenal kandas karena Cech tak mendapatkan izin kerja dari otoritas Inggris. Alhasil Cech pun berlabuh ke klub Prancis, Rennes. Mereka membeli Cech pada awal musim 2002 dengan mahar 5 juta euro.

Di Prancis, performa Cech semakin cemerlang. Cech mampu membawa Rennes yang merupakan tim kecil, ke babak semi final turnamen Coupe de France.

Pada tahun itu pula Cech mulai mendapatkan tempat di Tim Nasional Republik Ceko. Debut pertamanya adalah ketika Ceko menghadapi Hungaria dalam laga persahabatan. Sejak saat itu Cech menjadi penjaga gawang utama Republik Ceko dan membawa negaranya melaju ke Piala Eropa 2004 dengan meraih enam kemenangan pada babak kualifikasi.

Pada putaran final Piala Eropa 2004 di Portugal, Republik Ceko bergabung bersama Belanda dan Jerman di Grup D babak penyisihan. Disana lah Petr Cech mulai menjadi perhatian pemerhati sepak bola dunia.

Dia berhasil membawa Ceko mengalahkan dua negara kuat tersebut di babak penyisihan. Alhasil, Jerman harus pulang lebih awal sementara Belanda hanya mampu meraih posisi kedua Grup D.

Pada babak delapan besar, Republik Ceko menumpas Denmark dengan skor telak 3-0. Naasnya, langkah Petr Cech cs terhenti pada babak semifinal. Penyebabnya adalah gol semata wayang bek Yunani, Traianos Dellas pada babak tambahan.

Meskipun gagal mencapai partai puncak, Petr Cech dan rekan-rekannya menjadi buruan tim-tim besar saat itu. Dia merupakan satu dari sejumlah pesepakbola asal Republik Ceko yang hijrah ke Inggris. Selain Cech ada pula nama Milan Barros yang dibeli Liverpool.

Ketertarikan Mourinho pada Petr Cech

Performa Petr Cech rupanya menarik minat Jose Mourinho yang musim itu baru ditunjuk untuk menangani Chelsea. Meskipun Chelsea sudah memiliki Carlo Cudiccini yang merupakan salah satu penjaga gawang terbaik di Liga Inggris saat itu, Mourinho berkukuh membeli Cech dari Rennes.

Uang senilai 7 juta pound sterling membuat Cech menjadi penjaga gawang termahal yang pernah dibeli Chelsea sepanjang masa saat itu.

Insting Mourinho ternyata benar, Cudiccini tampil buruk pada tur pra musim 2004-2005. Penjaga gawang asal Italia itu bahkan mengalami cedera dan akhirnya posisinya digantikan oleh Petr Cech.

Dengan Cech di bawah mistar gawang, Jose Mourinho dengan tenang memainkan sepak bola difensif yang memang dia gemari. Cech pun membalas kepercayaan Mourinho itu dengan tampil luar biasa.

Pada laga perdana Liga Inggris musim itu, sekaligus laga perdananya di Liga Inggris, Cech mampu membawa Chelsea menekuk Manchester United 1-0. Musim itu juga menjadi musim terbaik Cech sepanjang karirnya.

Dia mencatatkan 1025 menit tak kebobolan yang sekaligus rekor baru di Liga Inggris sebelum akhirnya dipecahkan Edwin Van der Sar pada musim 2008-2009. Petr Cech langsung membawa Chelsea meraih gelar juara Liga Inggris musim itu.

Chelsea juga tercatat sebagai rekor sebagai tim yang paling sedikit kebobolan dengan hanya 15 gol bersarang ke gawang Cech. Rekor yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Musim berikutnya, masih di bawah asuhan Mourinho, Cech membawa Chelsea kembali meraih gelar juara Liga Inggris. Dia hanya kebobolan 22 gol di Liga Inggris.

Performa Chelsea anjlok pada musim 2006-2007. Hal itu tak lepas dari sempat absennya Cech. Pada awal musim itu dia menjalani operasi di bagian pundaknya, cedera yang dia dapatkan pada musim sebelumnya. Dia pun sempat absen di awal musim dan baru bermain pada akhir Agustus 2006.

Apesnya, Cech kembali mengalami cedera pada pertengahan Oktober. Dia berbenturan dengan gelandang Reading, Stephen Hunt, dan membuat kepalanya cedera. Akibat benturan tersebut, Cech harus kembali naik ke meja operasi karena tempurung kepalanya mengalami retak. Dia pun absen selama tiga bulan.

Akibat absennya Cech, Chelsea tak dapat mempertahankan gelar juara Liga Inggris yang mereka raih dua musim berturut-turut. Mereka hanya mendapatkan trofi Piala FA dan Piala Liga musim itu.

Cech juga ikut serta dalam sejarah Chelsea menorehkan 64 laga tak terkalahkan di kandang. Rekor itu melampaui rekor Liverpool yang mencatatkan 63 laga tak terkalahkan di kandang pada periode 1978 hingga 1981.

Pada musim 2007-2008, Cech kembali menghadapi badai cedera. Musim itu bisa dibilang sebagai musim terburuknya di Chelsea dan akhirnya menyebabkan Jose Mourinho didepak dari posisi manajer dan digantikan oleh.

Meskipun demikian, Chelsea justru menyodorkan perpanjangan kontrak kepada Cech pada awal musim 2008-2009. The Blues yang saat itu ditangani oleh Luiz Felipe Scolari mengikat Cech hingga lima tahun ke depan.

Scolari sendiri hanya beberapa bulan menangani Chelsea sebelum akhirnya digantikan oleh Guss Hiddink. Cech, bersama Frank Lampard dan Michael Ballack, sempat disebut pelatih asal Brasil itu sebagai pemain yang sengaja membuatnya dipecat karena tak senang dengan gaya kepelatihannya. Tudingan yang belakangan dibantah oleh ketiganya.

Di musim itu, Cech mencatatkan 100 laga tak kebobolan untuk Chelsea. Rekor itu tercipta ketika mereka membantai Sunderland 5-0 di Stadion Stamford Bridge. Cech menjadi penjaga gawang dengan laga paling sedikit yang mencapai angka tersebut dengan hanya 180 laga.

Musim terbaik Cech bersama Chelsea tentu saja pada musim 2011-2012. Meskipun di kompetisi lokal performa mereka anjlok, Chelsea melaju mulus hingga babak final Liga Champions untuk menghadapi Bayern Munchen.

Pada laga final tersebut Cech kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang nomor wahid. Setelah bermain 1-1 selama 90 menit, kedua tim memasuki babak tambahan.

Petaka datang ketika penyerang Chelsea, Didier Drogba, melanggar Franck Ribery pada babak pertama tambahan waktu. Suasana bangku cadangan Chelsea sempat mencekam saat itu karena mereka terancam kembali gagal di partai puncak setelah dua musim sebelumnya ditundukkan Manchester United melalui drama adu penalti.

Namun Cech membuat suporter Chelsea kembali bergemuruh ketika eksekusi Arjen Robben berhasil dia gagalkan. Pada babak adu penalti, Cech pun menjadi pahlawan dengan menggagalkan dua penendang terakhir Bayern, Ivica Olic dan Bastian Schweinsteiger. Chelsea menang 4-3 karena penendang pertama mereka, Juan Mata, juga gagal melaksanakan tugasnya.

Kembalinya Mourinho ke Chelsea pada awal musim 2014 ternyata membawa malapetaka bagi Cech. Pasalnya pria asal Portugal tersebut membawa pulang Thibaut Courtois yang sempat dipinjamkan selama tiga musim ke Atletico Madrid.

Dengan riwayat cedera yang kerap kambuh, Mourinho lantas lebih banyak memainkan Courtois di bawah mistar gawang Chelsea. Pada akhir musim itu, dia pun memilih untuk hengkang ke Arsenal, rival sekota Chelsea.

Kepindahan Cech ke Arsenal sempat membuat berang suporter Chelsea. Namun Cech menjelaskan bahwa dia memilih Arsenal karena keluarganya merasa nyaman tinggal di Kota London.

Di Arsenal, Cech kembali menjadi penjaga gawang utama. Dia pun memulai karirnya dengan apik setelah membawa klub itu mengalahkan Chelsea di ajang Community Shield. Musim berikutnya, Cech ikut membawa Arsenal memenangkan gelar juara Piala FA meskipun absen pada partai final karena cedera.

Kehadiran Unai Emery di Arsenal pada awal musim ini membuat posisi Cech kembali terganggu. Pasalnya, Emery membawa serta Bernd Leno. Meskipun sempat mendapatkan kepercayaan di awal musim, Cech menjadi pilihan kedua Emery pasca mengalami cedera dan akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya dari lapangan hijau.

Sumber: bola.tempo.co

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.