» » Movie Day : The Good Dinosaur

Movie Day : The Good Dinosaur

posted in: Ceritaku | 0

Hayoo…siapa yang belum nonton The Good Dinosaur? Bagi yang masih anak sekolahan apalagi di desa dan gak ada bioskop, pastinya menantikan film-film seperti ini keluar di website tetangga ya termasuk saya haha. Yup, walaupun harus sedikit bersabar untuk menunggu film versi “petani”-nya keluar, yang penting akhirnya bisa nonton juga film yang diinginkan. Gratis lagi, cuma modal kuota internet pastinya. Setelah sekian lama tidak update artikel termasuk tentang review film dengan judul berembel-embel Movie Day, hari ini saya mencoba untuk memulai lagi menulis something. Untuk istiqomah dalam menulis memang membutuhkan niat yang luar biyasah.

The Good Dinosaur

Film yang akan saya bahas di sini berjudul The Good Dinosaur, ya secara bahasa Indonesianya berarti Dinosaurus yang Baik. Overall, si dinosaurus sebagai tokoh utama dalam film ini memiliki perangai yang baik pada siapapun bahkan pada seorang “anak liar” yang selalu mencuri makanan simpanan mereka. Dikisahkan sebuah keluarga dinosaurus yang memiliki tiga anak yakni Buck, Libby, dan Arlo. Pada saat telur-telur anak mereka menetas, ibu dan ayah dinosaurus tersebut heran terhadap telur si Arlo yang memiliki ukuran telur paling besar di antara dua telur yang lain yakni Buck dan Libby. Namun, dengan ukuran telur yang besar ternyata si Arlo memiliki tubuh paling kecil daripada Buck dan Libby. Si Buck memiliki tubuh yang paling besar disusul Libby dan Arlo lah yang paling kecil perawakannya. Gambar berikut merupakan perbandingan ukuran tubuh mereka.

Keluarga Dino
Keluarga Dino

Ayah dan ibu dinosaurus tersebut memiliki ladang jagung yang mereka rawat setiap hari dan juga peternakan ayam. Layaknya anak pada umumnya, tiga bersaudara tersebut ikut membantu ayah dan ibu mereka dalam merawat ladang dan peternakan. Tugas Buck adalah mengumpulkan kayu termasuk kayu-kayu yang telah tumbang di sekitar ladang. Si Billy bertugas menyirami ladang jagung, sedangkan Arlo bertugas memberi makan ayam dengan jagung yang sudah dikumpulkan. Suatu saat mereka berkumpul bersama di depan sebuah ruang penyimpanan makanan (lihat gambar di atas) yang merupakan ruang untuk menyimpan persediaan makan mereka ketika terjadi pergantian musim. Sang ayah dan ibu dinosaurus berbicara tentang pembuatan sebuah tanda yang menunjukkan bahwa kemampuan seseorang telah melampaui ukuran tubuhnya sendiri sehingga ia pantas untuk membuat tanda di batu tempat penyimpan makanan tersebut.

Tanda kaki
Tanda kaki

Buck, Libby, dan Arlo pun akhirnya berlomba untuk segera bisa membuat tanda kaki mereka sendiri di batu tersebut. Dengan tubuhnya yang besar, Buck dengan mudah menyelesaikan tugasnya sebagai pengangkat kayu dan pastinya ia dapat memperoleh tanda kakinya dengan cepat. Libby yang sehari-sehari menjaga ladang harus menyelesaikan pembuatan “galengan” dan telah selesai saat hujan di malam hari. Libby pun akhirnya memperoleh kesempatan untuk menancapkan tanda kakinya di dekat tanda kaki Buck. So, the last one. It’s Arlo time. Si Arlo inilah yang menjadi tokoh utama dalam film ini. Arlo memiliki banyak sekali ketakutan dalam dirinya bahkan ia tidak pernah menyelesaikan tugasnya dalam memberi makan ternak ayam dan selalu dikejar kerumunan ayam saat masuk ke peternakan. Melihat hal demikian setiap harinya, ayah dan ibu Arlo memikirkan tugas baru agar Arlo bisa lebih cepat memperoleh tanda kaki yang sudah seharusnya ia dapatkan karena Buck dan Libby sudah mendapatkannya.

Pemunculan Masalah

Tugas baru Arlo adalah menjaga ruang penyimpanan persediaan makanan mereka yang sekaligus tempat tanda kaki itu berada dari pencuri liar. Si ayah membuat perangkap dan memberikan instruksi kepada Arlo untuk memukul pencuri tersebut ketika masuk ke perangkap. Bak seorang tentara, Arlo pun siap sedia dengan kayu yang siap ia gunakan untuk menghantam si pencuri liar tersebut. Beberapa detik kemudian, penantian berujung pada hasil di mana si pencuri masuk ke dalam perangkap dan tidak bisa keluar.

Pencuri terjebak saat Arlo membawa kayu
Pencuri terjebak saat Arlo membawa kayu

Dengan seluruh ketakutannya, Arlo mendekati pencuri liar yang terjebak itu. What’s up? Ya pastilah si Arlo ketakutan haha. Pencuri liar itu ternyata mirip seorang bocah manusia, semacam tarzan kecil pada zaman purba. Hmm…jika kalian pernah menonton film kartun manusia purba dengan dinosaurusnya yang berjudul The Flintstones, kalian gak akan heran dengan kondisi film ini di mana ada bocah manusia yang hidup di tengah-tengah dinosaurus. Oke, lanjut kembali ke cerita.

Arlo yang melihat bocah kecil pencuri liar tadi sudah tidak berdaya di dalam perangkap, tak tega untuk memukulnya. Dengan kebaikannya, Arlo pun melepaskan pencuri liar tersebut. Nah, berhubung menangkap pencuri liar adalah tugas yang diberikan Ayah pada Arlo, si ayah yang mengetahui hal ini tentu saja marah karena jika tugas ini tidak selesai, kapan lagi si Arlo bisa membubuhkan tanda kakinya bersama yang lain. Akhirnya si ayah mengajak Arlo untuk memburu pencuri liar tersebut walaupun sudah menjelang malam hari. Perburuan pun dilanjutkan sampai akhirnya hujan petir dan badai pun datang. Ringkas cerita, moment menyedihkan adalah ayah Arlo akhirnya meninggal diterjang ombak air yang tiba-tiba datang di hadapannya so sad.

Ombak besar
Ombak besar
Klimaks

Puncak permasalahan terjadi saat Arlo berusaha mengejar pencuri liar kecil. Arlo beranggapan bahwa ayahnya meninggal karena pencuri liar itu. Arlo pun akhirnya mengejar pencuri liar tersebut dengan berbagai halangan yang tak ia pedulikan. Apa yang terjadi? Tersesatlah Arlo dan tak tau jalan pulang apalagi ia sempat tenggelam di sungai. Tak disangka, perburuan karena kebencian antar Arlo dan pencuri liar kecil menjadi persahabatan yang indah. Arlo dan pencuri liar kecil itu seolah memiliki kontak batin yang sama dan mereka pun saling tolong menolong. Bahkan, pencuri kecil itu diberinya nama Spot saat Arlo bertemu dengan dinosaurus badak bercula yang berusaha ingin memiliki pencuri kecil itu karena keberaniannya. Setelah saya bertanya pada mbah Google sepertinya badak bercula yang ada di film ini bernama Triceratops. Berikut gambar penampakannya.

Perebutan memberi nama
Perebutan memberi nama

Perebutan memberi nama tersebut akhirnya dimenangkan oleh Arlo dengan memberikan nama Spot kepada pencuri kecil tersebut. Persahabatan Arlo dan Spot berjalan dengan sangat baik. Mereka saling membantu dan melengkapi dalam segala hal. Spot mengajari Arlo tentang keberanian bahkan keberanian untuk berenang. Sebaliknya, Arlo memberanikan diri untuk menyelamatkan Spot dari incaran burung terbang pembohong – mirip dinosaurus bernama Pteranodon – yang ingin memakannya bahkan Arlo tidak mempedulikan nyawanya sendiri. Spot akhirnya selamat dari burung tersebut dan juga selamat dari ombak air terjun karena dekapan Arlo.

Bertemu burung pembohong
Bertemu burung pembohong

Pada pertemuan pertamanya dengan burung pembohong tersebut, Arlo dan Spot menyelamatkan diri dengan berlari menuju ke kawanan T-rex. Anehnya, di film ini T-rex berperan sebagai dinosaurus baik yang ikut membantu Arlo dalam menemukan jalan pulang. Ketiga T-rex itu adalah Butch, Nash, dan Ramsey. Dengan sebuah kesepakatan yakni membantu T-rex menemukan kawanan Loghorn mereka yang hilang, Arlo berharap T-rex membantunya untuk menemukan jalan pulang. And…it’s deal. Deal is deal. Dengan bantuan Spot yang memiliki penciuman sangat tajam, kawanan Longhorn milik T-rex berhasil ditemukan dan Arlo pun mulai menemukan jalan pulang di mana Gunung Clawtooth mulai kelihatan.

T-rex yang membantu Arlo
T-rex yang membantu Arlo

Di akhir cerita, Spot akhirnya berjumpa dengan keluarganya kembali. Arlo yang sebenarnya tak tega untuk melepaskan Spot terpaksa harus merelakan kepergian Spot agar ia kembali bersama keluarganya. Arlo tau bagaimana rasanya kehilangan keluarga layaknya ia kehilangan ayah dan tersesat tak tahu jalan pulang. Kebersamaan dengan Spot lah yang memberikan jalan dan hikmah berupa keberanian yang tak selama ini dimiliki oleh Arlo.

Finally, happy ending of course. Arlo berhasil kembali ke rumah dengan segala keberanian yang ia miliki sekarang dan akhirnya ia berhasil membubuhkan tanda kakinya bersandingan dengan tanda kaki keluarganya. Selesai.

Tanda kaki lengkap sekeluarga
Tanda kaki lengkap sekeluarga

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari film ini? Beberapa poin yang penting dari film ini adalah betapa berharganya keluarga yang kalian miliki. Arlo, Spot, T-rex, bahkan si burung pembohong tadi memiliki keluarga yang menjadikan mereka sangat berharga. Poin lain dari cerita tokoh utama adalah nasihat Butch yang mengatakan bahwa ketakutan tidak dapat dihilangkan dari diri kita, tetapi kita bisa untuk mengatasinya. Itu adalah nasihat dari T-rex yang pertama kali saya dengar haha. Well, do your best for your family guys.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.