Membuat USB Installer Ubuntu di Windows

posted in: Tutorial, Windows OS | 0

Pada artikel kali ini kalian akan belajar untuk membuat USB installer Ubuntu di Windows yang telah kalian miliki. Sebelum lanjut, apakah kalian tahu apa itu USB installer?

USB installer adalah pemanfaatan USB baik itu flashdisk ataupun sejenisnya untuk pembuatan installer sistem operasi.

Jadi, jika kalian ingin instal ulang laptop atau komputer bisa dilakukan lewat USB installer tersebut tanpa menggunakan CD/DVD. Udah gak zaman gitu loh CD/DV hehe.

Nah, dalam hal ini yakni untuk instalasi Ubuntu, USB installer dapat digunakan untuk:

  1. Instal atau upgrade Ubuntu
  2. Mencoba Ubuntu desktop tanpa harus instal ulang PC
  3. Sebagai USB installer untuk memperbaiki konfigurasi PC
Kebutuhan Perangkat dan Aplikasi

Yang akan kalian butuhkan dalam pembuatan USB Installer ini antara lain:

  1. USB drive atau biasanya flashdisk minimal 4GB atau lebih besar
  2. Microsoft Windows XP atau yang lebih baru
  3. Rufus, sebagai software untuk membuat USB installer. Rufus ini gratis dan bersifat open source yang bisa kalian download dari https://rufus.ie/
  4. File ISO Ubuntu yang dapat didownload melalui https://www.ubuntu.com/download dengan berbagai pilihan versi Ubuntu sesuai yang kalian inginkan.
Download Ubuntu
Download Ubuntu
Memulai USB drive di Rufus

Lakukan hal berikut untuk mengonfigurasi perangkat USB drive (flashdisk) di Rufus:

  1. Buka Rufus yang telah terinstal
  2. Masukkan USB drive kalian
  3. Rufus akan memperbarui untuk mengatur perangkat. Jika Perangkat yang dipilih salah (mungkin kalian memiliki beberapa perangkat penyimpanan USB), pilih yang benar.
Pemilihan USB drive
Pemilihan USB drive
Pengaturan Pilihan Boot dan Skema Partisi

Sekarang pengaturan pilihan Boot. Pilihannya adalah Non-bootable dan FreeDOS. Karena Anda membuat perangkat Ubuntu yang dapat di-boot pilih FreeDOS.

Pilihan default untuk skema Partisi (MBR) dan sistem Target (BIOS (atau UEFI-CSM)) jika itu satu-satunya pilihan yang tersedia. Jika ada pilihan lain di Rufus versi baru, kalian bisa komentar ya karena saya menggunakan Rufus versi lama.

Pilihan Boot dan Skema Partisi
Pilihan Boot dan Skema Partisi
Memilih ISO Ubuntu

Untuk memilih file ISO Ubuntu yang kalian unduh sebelumnya, klik SELECT di sebelah kanan “Pilihan boot”. Jika ini adalah satu-satunya file ISO yang ada di folder Unduhan, kalian hanya akan melihat satu file terdaftar.

Pilih file ISO yang sesuai dan klik Open.

Memilih file ISO
Memilih file ISO

Selanjutnya Volume Label akan diperbarui untuk mencerminkan ISO yang dipilih.

Tinggalkan semua parameter lain dengan nilai default dan klik START untuk memulai proses penulisan.

Pengaturan Volume Label
Pengaturan Volume Label

Jika ada warning untuk tambahan download seperti warning berikut, klik aja Yes.

Pilihan tambahan download
Pilihan tambahan download

Kemudian kalian akan diberitahu bahwa Rufus telah mendeteksi bahwa ISO Ubuntu adalah gambar ISOHybrid. Ini berarti file gambar yang sama dapat digunakan sebagai sumber untuk DVD dan USB drive tanpa memerlukan konversi.

Tetap pilih Write in ISO Image mode dan klik OK untuk melanjutkan.

Pilihan Write ISO Image Mode
Pilihan Write ISO Image Mode

Rufus juga akan memperingatkan bahwa semua data pada perangkat USB yang Anda pilih akan dihancurkan (dihapus). Ini adalah saat yang tepat untuk memeriksa ulang apakah kalian telah memilih perangkat yang benar sebelum mengklik OK.

Tunggu proses yang pembuatan USB installer kalian.

Setelah Rufus selesai menulis perangkat USB, bagian Status akan berwarna hijau terisi penuh dan kata READY akan muncul di tengah. Pilih Close untuk menyelesaikan proses penulisan.

Pembuatan ISO selesai
Pembuatan ISO selesai

Selamat dan sekarang USB installer kalian telah selesai. Masukkan saja ke PC kemudian atur pilihan urutan booting PC kalian dengan USB drive tadi sebagai urutan pertama.

Semoga lancar ya. Jika ada kesulitan, tinggalkan saja jejak kalian di kolom komentar. Maturnuwun 🙂

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.