» » Kidung Rindu di Tapal Batas – Novel Etnografi

Kidung Rindu di Tapal Batas – Novel Etnografi

posted in: Ceritaku | 0

Selain novel Biografi Hasyim Asy’ari yang berjudul Penakluk Badai, Aguk Irawan juga mengarang novel etnografi Kidung Rindu di Tapal Batas. Kalian bisa membelinya dengan harga Rp 49.300 di link Bukalapak berikut https://www.bukalapak.com/p/buku/novel/1xaaf1-jual-buku-kidung-rindu-di-tapal-batas-novel-etnografi-aguk-irawan

Kidung Rindu di Tapal Batas
Kidung Rindu di Tapal Batas

 

Kidung Rindu di Tapal Batas

Sedikit pengantar yang ada dalam novel ini adalah sebagai berikut.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Rasulullah SAW., keluarganya,
dan sahabat-sahabatnya yang teramat mulia. Alhamdulillah, dengan segala kekurangan dan kelemahan yang melekat pada diri penulis, akhirnya penulis bisa merampungkan kisah ini; Kidung Rindu di Tapal Batas. Lahirnya kisah ini bermula ketika penulis mengikuti diskusi di lingkungan civitas Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) mengenai problem-problem pedalaman, pesisir, dan perbatasan Indonesia.
Kisah ini pun penulis garap di tengah situasi perbincangkan gaya kehidupan para artis yang super glamor di banyak media. Mulai tentang pernikahannya, prosesi kelahiran buah hatinya, ulang tahunnya, serta pamer sederet properti mewahnya yang serba wah hingga bagaimana media begitu terfokus pada kematian seorang selebritis.

…….Ukuran apakah yang Anda sekalian gunakan untuk mengukur cinta seseorang kepada bangsa dan negaranya? Apakah ukuran itu adalah nyawa? Bahwa kita rela nyawa kita tertumpah demi membela bangsa dan negara ini dari kaum penjajah? Kalau ukurannya hal itu, di antara kalian pasti masih ingat: Nanjan ini adalah anak yang sudah yatim sejak dulu. Ayahnya almarhum seorang tentara. Ayahnya mati tertembak saat membela bangsa dan negara. Darah cinta terhadap bangsa dan negara telah mengalir di dadanya! Selain itu, adakah saat ini kita tengah berperang dengan bangsa Malaysia, sehingga penting dan wajib bagi kita sekarang untuk menumpahkan darah, membela negeri ini dari serangan bangsa Malaysia? O, bulan pun akan senyum mencibir, jika ada anggapan yang sangat
bodoh itu, bahwa saat ini kita tengah berperang dengan Negeri Jiran!

Apakah seseorang dikatakan cinta terhadap bangsa dan negaranya bila orang itu hafal dan sanggup menyanyikan lagu kebangsaannya? Bahkan, kami semua, saya yakin, lebih hafal dari sebagian besar

Bantul, awal Maret 2015

NB: Buku yang kami jual dijamin 100% original karena langsung dari penerbit.

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.