Kematian Flash Dipastikan 2020, Semua Aliansi Siap

posted in: News | 0

Flash Player yang dulu menjadi primadona sebagai player dalam game web sepertinya benar-benar akan “mati”. Bahkan sudah digaungkan bahwa kematian Flash dipastikan 2020 mendatang. Bagaimana beritanya? Mari kita simak.

Situs Mengandung Flash Tak Akan Muncul di Google

Kabar buruk pertama datang dari Google. Masih ingat beragam game berbasis Flash yang bisa dimainkan secara online langsung di peramban? Game-game tersebut biasanya disediakan oleh aneka situs internet yang bisa ditelusuri lewat mesin pencari Google.

kematian flash dipastikan 2020

Nah, kini mesin pencari Google bakal berhenti untuk menampilkan situs internet yang berisi konten Flash, seperti aneka situs yang menampung game Flash tadi.

Adapun langkah ini bakal dilakukan Google pada akhir tahun 2019. “Google Search akan menyetop dukungan Flash akhir tahun ini,” ujar Engineering Manager Google, Dong-Hwi Lee dalam keterangan resmi di blog Google.

“Di halaman web yang berisi konten Flash, layanan Google Search akan mengabaikan konten Flash,” imbuhnya.

Baca juga: Embed Adobe AIR dalam APK Flash

Ia juga menambahkan bahwa ekstensi file dokumen berbasis Flash dengan akhiran *.SWF bakal turut diabaikan dalam pencarian Google.

Meski demikian, Lee tidak mengumbar alasan mengapa pihaknya berencana untuk berhenti meng-index aneka konten berbasis Flash. Namun, jika melihat ke belakang, format konten Flash sendiri perlahan ditinggalkan oleh para pengembang situs.

Microsoft, Intel, dan Google Siapkan “Pembunuh” untuk Kematian Flash

Pada tahun 2019, diperkirakan hanya sekitar 5 persen situs internet yang masih menggunakan Adobe Flash, menurun drastis dari angka 28,5 persen pada tahun 2011.

Beberapa peramban pun, termasuk pembuat Flash itu sendiri (Adobe), bahkan secara perlahan akan menyetop dukungan software Flash.

Browser Google Chrome, misalnya, bakal menyetop dukungan flash secara menyeluruh pada 2020 mendatang. Tak ketinggalan, peramban bikinan Mozilla, Apple, dan Microsoft juga bakal berhenti menampilkan konten Flash di tahun yang sama.

Era Adobe Flash sebagai pemutar video berkualitas tampaknya akan segera berakhir, seiring makin santernya penolakan dari berbagai perusahaan teknologi.

Sejak Juli lalu, Facebook sudah mendesak Adobe untuk memensiunkan Flash. Mozilla dan Google pun kemudian memblokir alat pemutar video itu supaya tidak bisa lagi bekerja secara otomatis.

Kini perusahaan-perusahaan teknologi besar dunia, antara lain Microsoft, Google, Intel, Amazon, Mozilla, Netflix dan Cisco bekerja sama membentuk Alliance for Open Media untuk membuat pengganti Flash.

Tujuan aliansi tersebut adalah menciptakan format video open source yang bebas royalti. Mereka juga merancang video codec untuk streaming berkualitas tinggi di perangkat apapun.

Format baru tersebut rencananya akan dirilis dalam naungan lisensi Apache 2.0 dan bisa dipakai siapapun.

“Dunia web tidak berhenti berubah, begitu juga dengan kita. Seiring peningkatan resolusi dan framerate, akan ada lebih banyak kebutuhan untuk codec baru dengan rasio kompresi terbaik,” terang Interim CTO and Platform Engineering Vice President, David Bryant.

Sayangnya, Facebook dan Apple tidak terlihat bergabung dengan aliansi itu, kendati mereka termasuk yang menolak Flash.

Apple sendiri sekarang masih sibuk dengan usahanya membuat konten sendiri, melalui Amazon dan Netflix.

Selama ini, Adobe Flash digunakan sebagai standar pemutaran video di berbagai perangkat. Namun piranti lunak yang sudah dipakai sejak era 90-an itu dinilai ketinggalan zaman.

Flash dianggap mempengaruhi kinerja, umur baterai dan masalah keamanan. Sudah berkali-kali ditemukan lubang keamanan dalam piranti lunak ini dan berkali-kali pula Adobe menambalnya.

Sumber: tekno.kompas.com

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.