» » Kebersamaan di Hari Idul Fitri

Kebersamaan di Hari Idul Fitri

posted in: Ceritaku | 0

Tak ada yang lebih indah selain kebersamaan dengan keluarga di kampung halaman saat hari raya Idul Fitri datang. Tak terasa ya Ramadhan 1437 H kemarin berlalu begitu cepat. Namun, apalah daya karena itu adalah keniscayaan yang terus berjalan seiring dengan berkurangnya “kontrak hidup” kita di dunia yang teranomali dengan bertambahnya umur secara tidak disengaja. Ya, kepergian Ramadhan yang genap 30 hari kemarin bagi saya pribadi terasa begitu cepat dan dengan suka cita kita merayakan  hari raya Idul Fitri pada 6 Juli 2016 kemarin. Ramadhan dan Idul Fitri seakan sudah menjadi momentum akbar tahunan bagi umat Islam di dunia dengan berbagai event istimewa. Tak boleh ketinggalan pastinya ada event pulang kampung atau mudik.

Kebersamaan di Hari Idul Fitri

Tak beda dengan keluarga yang lain, saya juga memiliki keluarga yang berada jauh dari lingkungan halaman seperti di Semarang, Surabaya, Jakarta, dan beberapa kota lainnya. Sebagai orang desa yang kental dengan adat-istiadat dan tradisi agama yang kuat, istilah pulang kampung dan tilik kubur sebelum Idul Fitri seolah menjadi kebiasaan yang wajib dilakukan.

Kapan lagi kalian mudik jenguk kami para orang tua di sini, Nak kalau bukan di hari lebaran ini

Barangkali ucapan itulah yang akan keluar dari para orang tua yang merindukan anak-anaknya yang jauh di perantauan. Itulah yang menjadikan event hari raya Idul Fitri sangat dinanti-nantikan oleh semua pihak. Pembagian angpao lebaran juga tak kalah dinantikan oleh anak-anak seperti adik saya yang baru berusia delapan tahun 😀

Ketika semua anggota keluarga berkumpul, ruang yang biasanya bisa dikatakan turah-turah malah terasa sangat sempit apalagi dengan kehadiran cucu dan cicit. Nah, kebetulan bapak saya adalah anak tertua dari paman dan bibi dari keluarga bapak. So, begini nih penampakan rumah saat bulek dan paklek disertai cucu-cucunya pada ngumpul hehe.

Idul Fitri 1
Idul Fitri 1
Idul Fitri 2
Idul Fitri 2
Idul Fitri 3
Idul Fitri 3

Kalau di desa mah gini, duduk lesehan lebih nikmat haha (alasan kursinya gak cukup untuk semua peserta yang hadir). Penuh hidangan yang berserakan di mana-mana dan juga keramaian anak-anak menjadikan Idul Fitri selalu terasa spesial walaupun hanya berlangsung satu hari.

Keramaian Keluarga

Dari keluarga ibu juga tak kalah rame kalau pada ngumpul di sini, apalagi di rumah simbah. Kebetulan kemarin hanya keinget jepret foto saat keluarga bapak datang hehe. Yang paling bikin rame bagi anak-anak ABG yang dateng ke rumah adalah ada wifi gratis. Khusus lebaran kemarin, jaringan wifi rumahku free untuk semua pengunjung yang hadir. Dengan kuota unlimited, semua suka merasakan indahnya berselancar ria tanpa memikirkan kuota. Bahkan yang tidak pernah berinternet pun akhirnya membuka smartphone mereka dan menjajal sosial media. Tak hanya itu, lebaran kemarin seolah-olah jadi teknisi servis software hape dadakan. La saudara-saudara pada gak mudeng kalau aplikasinya tidak jalan dan ternyata hanya butuh update software dari PlayStore saja terutama Google Play Service-nya. Ya begitulah, mumpung sama ponakan sendiri dan gratis kenapa gak dimanfaatin oleh paman-pamannya haha.

Si Rudi, anak bulek dari Gajah Demak, juga ikut nginep di rumah selama sehari penuh dan tidak henti-hentinya menikmati wifi untuk Smule-an. Hobi banget nih orang nyanyi duet apalagi lagu dangdut. Gue mah apa atuh wkwk.

Sekian sedikit ceritaku saat lebaran kemarin. Tak lupa, saya dan Lumpia Studio mengucapkan:

Taqabbalallaahu minnaa wa minkum taqabbal ya kariim.

Minal ‘aidin wal faizin

Mohon maaf lahir dan batin Selamat Idul Fitri 1437 H

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.