FaceApp Palsu Beredar, Netizen Perlu Waspada

posted in: News | 0

Apakah kalian melihat wajah-wajah yang tiba-tiba menua dari teman-teman, saudara, atau keluarga kalian di Facebook? Nah, itu adalah efek dari FaceApp. Namun, sebaiknya kalian juga perlu hati-hati karena FaceApp palsu mulai beredar dan biasanya akan mengandung iklan hingga malware.

FaceApp Aplikasi di Google Play

Aplikasi yang mengubah wajah menjadi tua atau muda, FaceApp, kembali digandrungi warganet. Bahkan ada tagar #AgeChallenge yang menyeruak di dunia maya untuk memeriahkan hasil edit foto dari aplikasi tersebut.

Kepopuleran aplikasi FaceApp ini kemudian memicu pihak yang tidak bertanggung jawab untuk membuat aplikasi serupa, namun tak sama. Kaspersky, Jumat (19/7/2019), mengatakan bahwa mereka menemukan aplikasi palsu yang menyerupai FaceApp. Namun, Kaspersky tidak menyebut nama aplikasi dimaksud.

Namun, aplikasi palsu ini dirancang sedemikian rupa untuk menipu pengguna agar mereka menganggap bahwa itu adalah FaceApp yang orisinil. Bukan hanya menipu saja, aplikasi tersebut juga dapat menginfeksi perangkat korban dengan modul adware yang disebut MobiDash.

Sejatinya, adware MobiDash bekerja dengan menempel pada paket instalasi aplikasi. Cara kerjanya, ketika aplikasi hendak dipasang di smartphone, aplikasi itu justru akan membuat instalasi gagal. Ketika instalasi gagal, adware akan “lepas” dari aplikasi tadi dan secara terselubung masuk ke dalam sistem ponsel.

Kemudian, seperti esensi adware, ponsel yang terinfeksi akan terus menampilkan iklan yang mengganggu. “Orang-orang di belakang MobiDash sering menyembunyikan modul adware mereka dengan kedok aplikasi dan layanan populer,” ujar Igor Golovin, peneliti keamanan dari Kaspersky.

“Ini berarti bahwa kegiatan FaceApp versi palsu dapat meningkat, terutama jika kita berbicara tentang ratusan target hanya dalam beberapa hari,” kata Igor.

Hal yang harus diperhatikan pengguna Untuk menghindari bocornya data-data rahasia dan mencegah adware menginfeksi ponsel, pihak Kaspersky menyarankan agar pengguna hanya mengunduh aplikasi dari sumber terpercaya.

Ketika hendak mengunduh sebuah aplikasi, pengguna juga disarankan untuk membaca ulasan dan peringkat aplikasi tersebut. Kemudian, jangan lupa untuk membaca keseluruhan perjanjian lisensi serta persetujuan pengguna dengan teliti.

Hindari meng-klik “next” atau “agree” secara spontan, dan perhatikan apa saja hal-hal yang bisa diakses oleh aplikasi tersebut. Jika sekiranya tidak begitu penting dan berbahaya lantaran bisa mengakses kontak, misalnya, jangan izinkan aplikasi tersebut berjalan dan pengguna kemudian bisa meng-uninstall aplikasi itu.

Sumber: tekno.kompas.com

Muhammad Faizin
Follow Faizin:

Writer and Developer

Dulu suka menulis kode dan sejenisnya sampe malem, sekarang juga masih. Kesukaan pada menulis cerita sedikit demi sedikit terpupuk, apalagi sebagai mantan anak sekolahan dengan cita-cita kuliah di luar negeri.